Wali Kota Cimahi Ngatiyana (kanan) dan Kepala DPKP Kota Cimahi Endang (kiri)
CIMAHI, Media3.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi menggelar Groundbreaking Ceremony sebagai tanda dimulainya Pembangunan Tangki Septik Individual di Kelurahan Cibeureum pada Tahun Anggaran (TA) 2025, dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, menciptakan sanitasi yang baik, dan mengurangi angka stunting di Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana secara resmi memulai pembangunan tangki septik individual tersebut, yang dilaksanakan di RW 11 Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan, Senin (23/6/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala DPKP Kota Cimahi Endang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, Kadiskominfo Kota Cimahi Hendra Gunawan, Camat Cimahi Selatan Cepi Rustiawan, Lurah Cibeureum Fery Supriyadi, Sekdis PUPR Kota Cimahi Iyun Sapta Mulyana, para tokoh masyarakat, tokoh agama, para kader, dan masyarakat Kelurahan Cibeureum.

Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang, dalam laporannya menyampaikan bahwa hari ini akan dilakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah atau SPAL atau Septic Tank di Kota Cimahi yang dipusatkan di RW 11 Kelurahan Cibeureum.
“Kegiatan ini masalah sanitasi termasuk pengelolaan air limbah domestik atau jamban yang saat ini masih menjadi PR bersama,” ucap Endang.
Sebanyak 122 ribu rumah yang ada di Kota Cimahi masih terdapat 18,5 persen atau sekitar 20 ribu rumah yang belum memiliki septic tank, termasuk di wilayah Kelurahan Cibeureum ini.
“Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat
serta mengantisipasi terjadinya masalah penyakit yang berbasis lingkungan, kami dari DPKP dan tentunya dukungan dari Pak Wali dan Pak Wakil terus melaksanakan peningkatan kualitas pelayanan di bidang air limbah ini,” ungkap Endang.
Tahun ini, lanjut Endang, pihaknya akan membangun sebanyak 835 septic tank di semua Kelurahan di Kota Cimahi.
“Dan tentunya ini merupakan salah satu bagian dari upaya kita, dan mudah-mudahan walaupun mungkin secara kuantitas jumlah 835 dibandingkan dengan 20 ribu rumah yang belum memiliki septic tank itu sangat kecil, tetapi kita harapkan mudah-mudahan ini menjadi salah satu pemicu untuk masyarakat bisa secara mandiri melakukan pembangunan septic tank tersebut, dan tidak sepenuhnya selalu bergantung pada pemerintah,” terangnya.
Ia juga melaporkan bahwa sampai saat ini pihaknya sudah membangun lebih dari 140 septic tank komunal.
“Dan kalau dilihat dari jumlah rumah, ini sekitar 12 ribu rumah yang sudah kita layani,” imbuhnya.
Kemudian, saat ini juga pihaknya sedang memproses pengajuan untuk pembangunan septic tank skala kotak.
“Jadi, dengan catatan rumah sekitar 12.000 rumah yang nanti bisa kita layani dengan lokasi instalasi pengolahan air limbah yang berlokasi di Kelurahan Leuwigajah, Cibogo, yang saat ini mungkin sebagaimana Pak Wali maklumi sedang digunakan oleh CEO SWPI
yang bekerjasama dengan Kementerian Hukum Pertahanan melakukan praktek lapangan di sana, karena lahan yang saat ini rencana ke depan akan dibangun untuk IPAL ini, saat ini masih dimanfaatkan untuk pertanian di sana,” paparnya.
Endang berharap dengan peletakan batu pertama kegiatan pembangunan septic tank ini menjadi motivasi untuk bersama-sama meningkatkan kualitas lingkungan di wilayahnya sendiri.
Begitu pula diungkapkan oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan bahwa hari ini pihaknya berada di RW 11 Kelurahan Cibeureum.
“Dimana tempat ini menjadi titik fokus sebagai tempat pencanangan ataupun pelaksanaan peletakan atau pembangunan septic tank individu yang sudah kita cek di lapangan tadi,” ujar Ngatiyana.
Di tahun ini, sambung Ngatiyana, kurang lebih sekitar 835 septic tank komunal dan individu yang akan segera dibangun di wilayah Kota Cimahi.
“Dan di wilayah Cibeureum ini ada beberapa RW yang akan kita pasang,” katanya.
Pihaknya sangat prihatin dengan masih adanya warga yang membuang kotoran ke sungai atau selokan, karena hal ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Masih adanya warga yang membuang kotoran ke selokan, membuat saya miris. Karena membuang kotoran ke sungai, akibatnya nanti adalah stunting bagi anak-anak kita semuanya,” terang Ngatiyana.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal itu, maka pihaknya akan melakukan sosialisasi melalui Kelurahan dan Puskesmas tentang pentingnya sanitasi yang baik.
“Kami ingin mengingatkan masyarakat agar tidak membuang kotoran ke sungai atau selokan, karena hal ini dapat mencemari air minum dan berdampak pada kesehatan. Pembuangan kotoran yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti cacingan dan diare,” paparnya.
Oleh sebab itu, pemerintah berkomitmen untuk segera membangun septic tank komunal dan septic tank individu guna mewujudkan visi Kota Cimahi yang sehat.
“Menyiapkan anak-anak kita di tahun 2045 terbebas dari stunting, salah satunya adalah pemasangan septic tank ini. Mohon do’a restu dan dukungan dari semua agar DPKP dapat terus bersemangat dalam membangun kembali Kota Cimahi, khususnya di bidang kesehatan,” harap Ngatiyana.
Bahkan, untuk mewujudkan Kota Cimahi yang bebas dari Open Defecation Free (ODF), Ngatiyana juga akan berencana meningkatkan anggaran pembangunan sanitasi di tahun depan.
Ngatiyana mengimbau pula kepada masyarakat untuk menghubungi dinas terkait jika septic tank penuh.
“Masyarakat dapat menghubungi Dinas DPKP atau UPT Air Limbah di Cibeureum untuk meminta bantuan jika septic tank nya sudah penuh,” pesannya.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa septic tank yang dibangun dapat bertahan 3 hingga 4 tahun jika dirawat dengan baik.
“Masyarakat harus disiplin, jangan membuang sabun, bekas cucian, kain, plastik, dan sampah lainnya ke dalam septic tank, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan dan penyumbatan,” ungkapnya.
Ngatiyana juga menambahkan bahwa septic tank dilengkapi dengan obat yang dapat menetralisir kotoran dan bakteri, sehingga air yang dihasilkan dapat menjadi normal dan tidak berbahaya bagi lingkungan.
“Dengan perawatan yang tepat dan disiplin masyarakat, septic tank dapat berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan masalah,” pungkasnya.
(Sinta)






