JOGJA (DIY), media3.id – Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta biasanya tertarik dengan wisata budaya dan sejarah, menikmati kuliner khas, serta berbelanja suvenir. Kontribusinya rata-rata mencapai 92 persen bagi pendapatan daerah-daerah di wilayah DIY.
Di Eropa sendiri bulan April hingga September merupakan masa liburan, bertepatan dengan berlangsungnya musim semi dan musim panas. Sudah tradisinya, mereka kemudian melancong ke negara lain, salah satunya Indonesia.
Pun, di Indonesia salah satu kota tujuannya adalah Jogja. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jogja cenderung meningkat setiap periodenya bertepatan dengan di Eropa sedang berlangsung musim semi dan musim panas.
Misalnya data pada April 2024 naik 40,46%, dari 6.258 menjadi 8.790 kunjungan, di bulan yang sama dibanding pada 2023.
Begitu pula saat Juli 2024 naik 36,71% dari 8.134 menjadi 11.120 kunjungan.
Desember 2024 juga alami peningkatan 6,52% dari 6.728 menjadi 7.167 kunjungan.
Di Sleman saja, kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, wisatawan mancanegara yang banyak mengunjungi Sleman adalah dari Belanda dan Amerika Serikat.
“Disusul pada urutan berikutnya wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Jumlah totalnya bisa menembus 170an ribu orang yang berkunjung ke Sleman, bertepatan dengan periode berlangsungnya musim semi dan musim panas di Eropa”, ungkap Kus.â—‹ (Shaleh Rudianto media3)






