Anak Yang Meninggal Dunia di Mobil Ambulan Sempat Pendapatan Penangan Medis di Puskesmas Rengasdengklok

  • Whatsapp

Karawang (Jawa Barat), media3.id – kepala Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang dr Cucu menjelaskan bahwa anak yang meninggal dunia diperjalanan sempat mendapat penanganan medis, bahkan saat di rujuk ke Rumah sakit, anak tersebut sedang di infus karena kondisinya sudah lemah.

Saat diwawancara wartawan, dr Cucu menjelaskan bahwa anak yang yang dibawa orang tuanya ke puskesmas kondisinya sudah melemah sehingga pihak puskesmas merujuk anak tersebut ke rumah sakit Hastin di Rengasdengklok.

Read More

“Ketika sampai puskesmas, anak tersebut langsung ditangani secara medis lalu di infus. Karena kondisinya melemah, langsung di rujuk ke rumah sakit Hastin,” kata dr Cucu kepada wartawan di ruangan dokter rawat inap Puskesmas Rengasdengklok,” kata dr Cucu, Rabu (15/05/25).

Bahkan kata dr Cucu menjelaskan anak tersebut di rujuk ke Rumah sakit Hastin menggunakan mobil ambulan Puskesmas Rengasdengklok dan didampingi tenaga medis puskesmas

“Anak tersebut dibawa ke RS Hastin menggunakan mobil ambulans puskesmas dan didampingi tenaga medis,” ucapnya.

dr Cucu belum bisa memastikan anak tersebut terjangkit DBD atau tidak karena belum diketahui diagnosanya dikarenakan kondisi anak sudah kritis dan perlu dirujuk ke rumah sakit secepatnya “kalau diagnosanya belum tahu, tapi, karena kondisinya sudah kritis, sehingga perlu dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya.

Sebelumnya di group Facebook rengasdengklok.com beredar berita Seorang siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berinisal IR meninggal dunia diduga akibat terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

IR yang masih duduk di kelas 4 SD itu meninggal dalam perjalanan saat akan di bawa ke Puskesmas setempat.

“Diduga kena DBD. Sudah parah. Sakitnya sudah 3 hari, suka keluar darah dari hidungnya. Saat akan dibawa ke puskesmas, sudah tidak ada,” ucap warga sekitar di lokasi.

Saat ini, jenazah putri pasangan Idi dan tita tersebut masih disemayamkan di rumah duka, Dusun Warudoyong selatan, RT 43/10, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok.

“Rencana akan dimakamkan di makam keluarga di daerah Bojong,” katanya lagi.

Mengutip dari berbagai sumber, Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat dengan DBD merupakan infeksi virus Dengue akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang sering berkembangbiak di negara tropis dan sub-tropis seperti Indonesia.

Nyamuk ini lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk, termasuk pada genangan air atau baju yang tergantung dibandingkan di luar rumah yang panas.

Kasus DBD lebih banyak ditemukan pada anak-anak di bawah 15 tahun. Selain itu, orang yang tinggal atau bepergian ke daerah tropis lebih berisiko terkena infeksi Dengue.

Seseorang bisa terinfeksi virus Dengue lebih dari sekali dan infeksi yang kedua akan memiliki risiko mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan infeksi pertama.

Reporter : D H

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *