Reses anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi NasDem, H. Enang Sahri Lukmansyah, S.Sos, MM, di Graha Kusumawaty Cipageran
CIMAHI, Media3.id – Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi NasDem, H. Enang Sahri Lukmansyah, S.Sos, MM, menggelar Reses Masa Persidangan I Tahun 2025 di Daerah Pemilihannya (Dapil) 1 Cimahi, Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup, yang bertempat di Graha Kusumawaty, Jalan Cipageran No. 133, Cipageran, Cimahi Utara, Sabtu (19/4/2025).
Dalam resesnya, Enang mengundang 500 konstituen yang terbagi ke dalam 2 sesi dengan titik lokasi yang berbeda, lokasi pertama di Gor Walet Cipageran dengan dihadiri 200 konstituen dan yang kedua di Graha Kusumawaty Cipageran dengan dihadiri 300 konstituen.
Konstituen yang hadir berasal dari 3 RW yaitu RW 9, 15 dan RW 22 Kelurahan Cipageran.
Seperti apa yang diungkapkan oleh H. Enang Sahri, bahwa Reses itu merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota DPRD Kota Cimahi.
“Reses itu kewajiban anggota dewan turun ke masyarakat untuk menampung aspirasi,” ujar Enang.
Jadwal reses tersebut, sambung Enang, waktunya sesuai yang sudah ditentukan.
“Periode Januari sampai April, itu adalah Masa Sidang Kesatu, Masa Sidang Kedua di periode Mei sampai Agustus, dan Masa Sidang Ketiga di periode September sampai Desember,” bebernya.
Jadi, kata Enang, reses itu 3 kali dalam satu tahun, semua difasilitasi oleh Sekretariat Dewan dari anggaran APBD.
“Untuk berapa banyak yang diundang, itu ada batasan yang memang dijadikan acuan di Tatib DPRD, jumlahnya antara 50 sampai 500 orang,” jelasnya.
Dan pihaknya, dalam reses kali ini mengundang 500 orang, karena ingin menampung aspirasi sebanyak-banyaknya.

“Selain itu, karena kami ingin bertemu dengan masyarakat, setelah Pileg dan Pilkada, kita baru bertemu lagi saat ini,” ungkap Enang.
Adapun macam-macam aspirasi masyarakat yang disampaikan, dimulai dari pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lainnya.
“Salah satunya tentang sekolah mengenai PPDB, apakah zonasi masih berlaku atau tidak, kemudian tentang Wajar Dikdas 13 tahun, seperti apa nanti sekolah kita kedepan dengan siswa yang terbatas,” papar Enang.
Begitu pula mengenai masalah kesehatan, tambah Enang.
“Susahnya masuk ke IGD, ke Rumah Sakit, selain ke Rumah Sakit Cibabat kemana saja, itu kita sampaikan bahwa dalam hal Rumah Sakit, dewan hanya bisa membantu ke RSUD Cibabat,” terangnya.
Tetapi pihaknya menganjurkan kepada masyarakat, untuk memulai memperbaiki derajat kesehatan di rumah dan lingkungan masing-masing.
“Dengan cara menjaga sanitasi yang baik, salah satunya mengolah sampah, itu yang terpenting. Karena sampah yang dibuang sembarangan itu menimbulkan genangan, genangan mengakibatkan tumbuhnya jentik-jentik nyamuk, lalat dan binatang lainnya yang tidak menyehatkan, sehingga timbullah penyakit-penyakit dari lingkungan tersebut,” ulas Enang.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat dari mulai sekarang untuk memilah sampah.
“Pilah sampah dari rumah itu yang paling utama, antara sampah organik dan sampah anorganik,” imbuhnya.
Sedangkan dari sisi anggaran, menurut Enang, sangatlah berat, karena di Cimahi saja timbunan sampah kurang lebih 283 ton perharinya.
“Dalam anggaran pertahun kita menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 48 Milyar, kan sayang hanya untuk membuang sampah saja kita harus membayar Rp 48 Milyar, maka salah satu caranya adalah memilah, membuat sampah itu terpilah, sehingga nanti residunya akan kecil,” harapnya.
Kemudian di bidang infrastruktur, dijelaskan Enang, bahwa Cimahi ini ingin Campernik, harus terlihat cantik dan bersih.
“Tentu infrastruktur bagian yang terpenting, itu adalah muka kota. Jadi masih ada PR seperti perbaikan jalan umum, perbaikan jalan gang, aspirasi mereka kita tampung, dan sebetulnya di wilayah-wilayah ini sudah 70 persen, jadi selama ini sebetulnya infrastruktur itu sudah tertangani, mudah-mudahan kedepan bisa 80 sampai 90 persen perbaikan infrastruktur ini dapat dilaksanakan,” tandasnya.
(Sinta)






