Ketua DPD Partai PKS Kota Cimahi sekaligus anggota DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko (kiri) bersama dengan Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi yang juga anggota DPRD Kota Cimahi H. Enang Sahri Lukmansyah (kanan)
CIMAHI, Media3.id – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cimahi sekaligus anggota DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko melakukan pertemuan dan silahturahmi dengan Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi yang juga anggota DPRD Kota Cimahi H. Enang Sahri Lukmansyah, di Rumah Makan Dapur Kraton Komplek Pondok Mas Indah, Jl. Pd. Mas Raya No. 42, Leuwigajah Cimahi Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Dalam pertemuan tersebut, selain silaturahmi, mereka membahas pula masalah koalisi dan kesiapan masalah pendaftaran balon walikota pemilukada pada bulan November mendatang.
“Kami dari Partai NasDem Kota Cimahi ini adalah silaturahmi, tujuannya kita melakukan perkenalan terlebih dahulu Partai NasDem Kota Cimahi bersama PKS Kota Cimahi,” terang Enang Sahri.
Jadi, memang silaturahmi politik ini harus dilakukan, kata Enang.
“Begitu namanya hajatan Pilkada, tentu kita mempunyai konsep masing-masing, maka konsep inilah yang akan kita coba disatukan untuk Kota Cimahi,” ucapnya kembali.
Menurut Enang, PKS ini merupakan partai besar dan sebagai pemenang di Cimahi.
“Saya akui Partai PKS merupakan partai besar dan sebagai pemenang di Cimahi, tentu sudah punya jagoan, namun kamipun tentu juga walaupun masih di bawah PKS, kami juga punya keinginan dan harapan. Ini perlu dibangun dengan Partai PKS dan tidak menutup kemungkinan juga NasDem dapat membangun dengan partai lain,” paparnya.
Dia akui, pihaknya sangat berharap dapat berkoalisi dengan Partai PKS, karena menurut Enang pihaknya sudah diinstruksikan dari pusat untuk dapat menjalin kerjasama dengan PKS.
“Alhamdulillah kamipun sangat berharap dengan PKS, dan hari ini kami dapat bertemu dengan PKS untuk menjalin komunikasi terkait Pilkada arahnya seperti apa,” terangnya.
Itupun, Enang melanjutkan, bila adanya terbangun chemistry (kecocokan) yang sama dengan PKS seperti porosnya sama.
“Hal yang diharapkannya tentu itu merupakan hal yang lebih baik, bagaimana untuk membangun Kota Cimahi jauh lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya,” ungkapnya.
Jadi, kunci utamanya adalah partai sebagai penanggung jawab terhadap pemerintah daerah.
“Jadi, kunci utamanya adalah partai yang bertanggung jawab kepada Pemerintahan Kota Cimahi, bila partainya mencalonkan orang-orang yang tidak memiliki kemampuan yang kuat untuk membangun Kota Cimahi, itu partainya yang salah,” beber Enang.
Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua DPD PKS Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko, sebagaimana yang disampaikan oleh Enang Sahri, bahwa Partai PKS dengan Partai NasDem dan partai lainnya yang berkoalisi, harus melakukan komunikasi-komunikasi internal terlebih dahulu.
Wahyupun sangat berharap Partai NasDem dan PKS secara bersama-sama dalam perhelatan Pilkada Kota Cimahi dan dalam penjaringan ada mekanisme tersendiri untuk balon walikotanya.
Sedangkan, PKS sudah mempunyai balon walikotanya yang sudah siap diajukan ke pusat yaitu Achmad Zulkarnain dan Bagja Setiawan.

“Sebagaimana yang sudah saya sampaikan kepada Partai NasDem, kami PKS sudah memiliki 2 nama yang sudah direkomendasikan oleh DPW kepada DPP yaitu Achmad Zulkarnain dan Bagja Setiawan dan Insya Allah Partai NasDem akan segera mengusung jagonya dalam waktu dekat ini,” papar Wahyu.
PKS pun sepakat dengan NasDem untuk membangun Kota Cimahi yang Campernik ini,
“Cimahi yang Campernik ini, yaitu Cimahi yang kecil, yang cantik, harus kita jaga, harus kita rawat benar-benar bahwa Pemerintahan Kota Cimahi mampu berdiri di kakinya sendiri, dan mampu untuk mensejahterakan warganya,” ucap Wahyu kembali.
Diakuinya, sejauh ini partai-partai politik yang sudah berkomunikasi dengan PKS dalam kesiapan perhelatan Pilkada yaitu Partai Golkar dan Partai PKB.
“Sejauh ini sudah ada beberapa partai politik dulu yang pernah berkomunikasi yaitu Partai Golkar, PKB dan PDIP, hanya belum ada tindak lanjut berikutnya, tapi Insya Allah akan kita jalin komunikasi, dengan Partai NasDem untuk komunikasi secara personal sudah dari dulu, cuma secara struktural baru malam ini dilaksanakan,” jelas Wahyu.
Bahkan, Wahyu menambahkan, dari 2 calon Partai PKS ini terdapat 2 pilihan, bisa dijadikan 1 paket Walikota dan Wakil Walikota Cimahi, tapi bisa juga dipilih salah satu dari 2 calon tersebut.
“Yang menentukan adalah dari pihak DPP yang akan menentukan pilihan dari 2 calon tersebut,” tegasnya.
Dia berharap koalisi partai politik ini secepatnya dapat terwujud untuk mempersiapkan segalanya dalam perhelatan Pilkada kedepannya.
Ditambahkan kembali oleh Enang, terkait pilihan walikota, tidak menutup kemungkinan balon-balon Walikota Cimahi bisa 1 paket antara dari PKS walikotanya dan wakil dari NasDem.
“Terbuka semuanya, perjalan itu bisa yang jadi walikota nya dari PKS, wakilnya dari NasDem, bisa saja atau mungkin saja NasDem diberikan kepercayaan oleh PKS NasDem saja yang jadi walikota nya, itu bisa saja terjadi tapi kan tentu perlunya mekanisme yang baik,” jelas Enang.
Dia sangat menghargai terhadap PKS, karena PKS merupakan partai pemenang dalam Pemilu 2024 yang lalu di Cimahi.
(Sinta)






