BANJAR, Media3.id – Ketua DPD Partai Golkar Dadang Ramdhan Kalyubi mengumumkan hasil survei pertama calon Kepala Daerah (Pilkada) Banjar tahun 2024 di Kantor DPD Partai Golkar, rabu (29/5/2924.
Survei yang melibatkan 420 responden ini dilakukan oleh Partai Golkar dan bekerja sama dengan lembaga survei independen Poltracking Indonesia. Survei tersebut dilakukan pada tanggal 29 April hingga 05 Mei 2024 dengan margin error 2 persen.
“Hasil survei untuk calon Kepala Daerah (Pilkada) Banjar tahun 2024 tersebut menunjukkan bahwa Nana Suryana mendapatkan dukungan sebanyak 20 persen, Dadang Ramdhan Kalyubi 16,9 persen, Bambang Hidayah 8,8 persen, Akhmad Dimyati 6,1 persen , Sudarsono 4,8 persen, Maman Suryaman 4,5 persen, Atet Handiyana JS 2,5 persen, Dani Danial Mukhlis, 2 persen, Darmadji Prawirasetia 1,5 persen, Gun Gun Gunawan 1 persen, Dian Sardiana 0,8 persen, Ade Setiana 0,8 persen, Tri Pamuji Rudianto 0,5 persen, lainnya 4,8 persen sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab 16,9 persen. Sehingga untuk hasil survei Kota Banjar periode 29 April hingga 5 Mei 2024, sehingga untuk survei yang dilakukan oleh Partai Golkar dan bekerja sama dengan lembaga survei independen bahwa Nana Suryana mendapatkan hasil survei paling tinggi yakni 20 persen.
Menurut Dadang, hasil tersebut murni, dari hasil poltracking, tidak ada rekayasa untuk calon – calon Walikota Banjar.
“Dadang mengatakan, hasil ini murni tidak ada rekayasa, bahwa Golkar merilis sesuai dengan hasil Poltracking,” ucapnya.
Dikatakan Dadang, Survei akan dilakukan sebanyak 3 kali, dan ini adalah hasil survei pertama, survei ke kedua akan dilaksanakan pada bulan Juni dan untuk survei yang ke tiga akan dilaksanakan pada bulan Agustus,”ucapnya.
Menurut Dadang, karena ini baru survei pertama, masih banyak kemungkinan hasilnya bisa naik terus, dan kami akan berupaya untuk melakukan sosialisasi terus, karena elektabilitas ini kalau dilihat dari presentasi tidak begitu jauh, masih di bawah 30 persen dan itu bisa berubah drastis,”ujarnya.
Sementara untuk kearah koalisi di partai Golkar ada tahapan-tahapan yang harus ditempuh, dan ini merupakan dasar untuk menjadi koalisi kedepan,” ucap Dadang.
(ASEP).






