FGD Kelurahan Citeureup Cimahi Utara Tahun 2024 Hasilkan 79 Usulan

  • Whatsapp

 

Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi (Kanan), Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Ahmad Saefulloh (Tengah Kanan), Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida (Tengah Kiri) dan Ketua LPM Kelurahan Citeureup Anugerah Hermansyah (Kiri)

Read More

CIMAHI, Media3.id – Focus Group Discussion (FGD) Kelurahan Citeureup Cimahi Utara Tahun 2024 merupakan salah satu rangkaian atau tahapan dari pelaksanaan Musrenbang tingkat Kelurahan Citeureup.

 

Hal itu disampaikan Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi, S.Ip saat memberikan sambutan berikut penjelasan sekaligus membuka FGD Kelurahan Citeureup Tahun 2024, di Aula kantor Kelurahan Citeureup, Jl. Encep Kartawiria No. 29, Citeureup Cimahi Utara, (Selasa, 16/1/2024).

 

Acara yang dihadiri 100 orang yang terdiri dari Binwil Kelurahan Citeureup Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Ahmad Saefulloh dan Kepala BKPSDMD Kota Cimahi atau yang mewakili, Camat Cimahi Utara Rully Sulfanorida, Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi, S.Ip, Ketua LPM Kelurahan Citeureup Anugerah Hermansyah beserta para Ketua Lembaga Kelurahan Citeureup lainnya.

 

Hadir pula Kepala Puskesmas Citeureup, para Kepala Sekolah SD/SMP/SMK Kelurahan Citeureup, para Ketua RW Kelurahan Citeurep beserta delegasi, kader PKK, para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, para Kepala Sekolah dan Perguruan Tinggi yang ada di Kelurahan Citeureup, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan para tamu undangan lainnya.

 

Seperti yang diungkapkan Rusli, bahwa kegiatan FGD ini dilaksanakan dimana sebelumnya telah dilaksanakan Rembuk Warga Tahunan (RWT) pada bulan Desember Tahun 2023 yang menghasilkan beberapa usulan dari masing-masing RW,

 

“Bidang Fisik atau Infrastruktur 27 usulan, Bidang Sosial 16 usulan, Bidang Pemerintahan 15 usulan, Bidang Ekonomi 10 usulan, dan Bidang Budaya 11 usulan, total berjumlah 79 usulan yang diterima,” ujar Rusli.

 

Dimana usulan-usulan tersebut, sambung Rusli, yang hari ini akan didiskusikan oleh peserta FGD untuk mencari prioritas tertinggi dari setiap bidangnya.

 

Rusli juga menjelaskan capaian-capaian kegiatan yang sudah dilaksanakan Kelurahan Citeureup Tahun Anggaran 2023,

 

“Dari Seksi Sarana Prasarana Lingkungan, kegiatan dalam dpa (ppm) yaitu Padat Karya di 19 RW, lalu kegiatan diluar dpa, Rutilahu, Apbd DPKP 30 unit rumah dan pemasangan CCTV di 19 RW,” terangnya.

FGD Kelurahan Citeureup Hasilkan 79 usulan di 5 bidang

Selanjutnya, capaian kegiatan dari Seksi Ekpemkesos,

 

“Kegiatan dalam dpa terdiri dari, pembinaan kelembagaan meliputi pembinaan LPM, PKK, PSM, RBM, MUI, DMI, Karta, RW Siaga, Posyandu, Posbindu, dan lainnya, kemudian OPOR dan OMPIMPAH, peningkatan kapasitas lembaga, pengajian MT Khaerunisa, dan pelayanan mobil siaga,” tutur Rusli.

 

Yang terakhir, lanjut Rusli, capaian kegiatan dari Seksi Pemerintahan,

 

“Terdiri dari pembinaan Linmas 12 kegiatan, pembinaan RT/RW 12 kegiatan, monitoring Siskamling 12 kegiatan, PHBA 1 kegiatan, dan PHBN 2 kegiatan,” paparnya.

 

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Citeureup Anugerah Hermansyah yang akrab disapa Uckeu ini menjelaskan, bahwa dalam FGD ini yang menjadi prioritas utamanya yaitu masalah banjir dan sampah.

 

“Kami lebih menitikberatkan ke masalah yang sedang up to date sekarang ini yaitu masalah fisik atau infrastruktur dan masalah sampah,” terang Uckeu.

 

Karena memang masalah sampah ini, menurut Uckeu, bukan hanya menjadi permasalahan di Citeureup saja, tetapi juga di Kota Cimahi.

 

“Untuk itu, masalah ini menjadi salah satu yang harus diprioritaskan di Kelurahan Citeureup untuk kepentingan warga masyarakat Citeureup,” ungkapnya.

 

Adapun permasalahan-permasalahan lainnya seperti di bidang sosial, dikatakan Uckeu, juga ada terkait kebencanaan.

 

“Barangkali itu semua saling berkaitan, seperti urusan banjir termasuk dalam kebencanaan,” imbuhnya.

 

Sedangkan terkait masalah pemerintahan, ekonomi, budaya, itu tidak terlalu up to date.

 

“Memang ketiga bidang tersebut selalu diperlukan, tetapi dalam FGD saat ini tidak menjadi prioritas utama, karena Cimahi saat ini permasalahannya adalah masalah banjir dan sampah,” jelasnya kembali.

 

Jadi, FGD di Kelurahan Citeureup, kata Uckeu, yang paling diutamakan adalah masalah banjir dan sampah.

 

Hasil dari FGD ini akan disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Partisipatif Tahun 2024 tingkat Kelurahan Citeureup pada hari Kamis 18 Januari 2024.

 

“Dan kami akan kawal hasil dari FGD dan Musrenbang nanti hingga ke tingkat Kecamatan dan Kota,” pungkas Uckeu.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *