Kelurahan Citeureup Laksanakan Program Cimahi Peduli Ibu

  • Whatsapp

Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi (batik putih biru) bersama Binwil foto bersama 9 ibu lansia penerima program Cimahi Peduli Ibu

CIMAHI, Media3.id – Sebagaimana apa yang diinstruksikan oleh Pemerintah Kota Cimahi, setiap Kelurahan yang ada di Kota Cimahi harus melaksanakan program yang telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat yaitu program “Jabar Nyaah ka Indung”.

Read More

 

Usai Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan program tersebut dengan mengambil nama program “Cimahi Peduli Ibu”, maka Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara pun langsung mengambil langkah nyata dengan menggelar program tersebut sekira pukul 14.00 WIB, di kantor Kelurahan Citeureup, Jl. Encep Kartawiria No. 29, Citeureup Cimahi Utara, Jum’at (11/4/2025).

 

Acara Cimahi Peduli Ibu Kelurahan Citeureup dihadiri oleh Binwil (Bina Wilayah) Kelurahan Citeureup Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi dan Kepala BKPSDMD Kota Cimahi atau yang mewakili, Camat Cimahi Utara atau yang mewakili, Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi, Kepala Seksi bidang Pemerintahan Kelurahan Citeureup Aep Saepudin, dan 9 orang ibu lansia penerima program Cimahi Peduli Ibu.

Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi (kanan) dan Kabid Dinsos Supijan Malik (kiri)

Lurah Citeureup Rusli Sudarmadi menjelaskan bahwa program Cimahi Peduli Ibu merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat “Jabar Nyaah Ka Indung”.

 

“Jadi, kami para ASN ini dituntut untuk mempunyai ibu asuh, jadi ibu-ibu yang kami undang kesini menjadi ibu bagi kami semua,” ujar Rusli.

 

Adapun program Cimahi Peduli Ibu ini, sambung Rusli, ditujukan bagi kaum ibu berusia 55 tahun ke atas yang tidak lagi bekerja dan berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

 

“Sebagai wujud kepedulian kami para ASN terhadap para ibu lansia,” ucapnya.

 

Menurut Rusli, memang saat ini pihaknya mendatangkan ibu-ibu tersebut ke kantornya karena kondisi yang mendadak.

 

“Tetapi untuk bulan depan, kami yang akan berkunjung ke rumah ibu, jadi nanti kalau ada keluhan-keluhan dari ibu, ibu bisa langsung menyampaikan langsung kepada kami, dan kami harap ibu bisa anggap kami sebagai anak,” katanya.

 

Rusli pun menerangkan bahwa bantuan yang diberikan itu tidak seberapa, tetapi kedepan pihaknya akan berikan bantuan tersebut secara rutin.

 

“Apabila ibu ada masalah, seperti masalah BPJS yang tidak aktif atau masalah apapun, tentu kami akan membantunya,” imbuhnya.

 

Rusli pun menyebutkan bahwa pemberian bantuan ini berasal dari iuran para ASN bukan dari dana APBD.

 

“Maka dari itu, kami harap ibu jangan melihat besar kecilnya pemberian ini, tetapi pandanglah ini sebagai suatu bentuk kanyaah (kasih sayang-red) kami,” ungkapnya.

Pemberian bantuan kepada ibu lansia dari Perwakilan Dinsos (atas), dari Perwakilan BKPSDMD (kanan bawah) dan Perwakilan dari Kecamatan (kiri bawah)

Begitu pula disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cimahi, Supijan Malik, sebagai perwakilan dari Dinas Sosial Kota Cimahi yang juga Binwil dari Kelurahan Citeureup ini mengatakan bahwa pihaknya hari ini melaksanakan program Cimahi Peduli Ibu.

 

“Hari ini kami melaksanakan program Cimahi Peduli Ibu sesuai apa yang diinstruksikan oleh Pemerintah Kota Cimahi dengan memberikan bantuan kepada ibu-ibu lansia yang sudah terdaftar di Kelurahan Citeureup,” ujar Supijan.

 

Pemberian bantuan ini, menurut Supijan, akan dilakukan minimal satu bulan sekali.

 

“Tetapi nanti tergantung SKPD nya masing-masing, apakah Dinas Sosial melakukannya tiap hari Jum’at, karena bentuknya bukan hanya materi, tetapi Nyaah ka Indung itu bentuknya bisa immaterial, bentuknya bisa juga berupa dukungan-dukungan terhadap para ibu lansia kategori miskin dan terlantar, dan itu kita akan prioritaskan,” paparnya.

 

Diterangkan kembali olehnya, bahwa program Cimahi Peduli Ibu ini menuntut semua ASN di Pemerintah Kota Cimahi untuk menyayangi orang tua termasuk orang tua yang ada di Binwil Kelurahan Citeureup ini.

 

“Karena ini konsepnya per Binwil, jadi setiap kelurahan itu dipegang oleh dinas tertentu, contohnya di Kelurahan Citeureup ini dipegang oleh BKPSDMD dan Dinas Sosial, oleh karena itu kami akan bahu membahu melaksanakan program Nyaah ka Indung ini,” ulas Supijan.

 

Diakui Supijan, bantuan yang diberikan saat ini hanya bisa berbentuk uang.

 

“Tetapi untuk selanjutnya, mungkin akan kami kembangkan seperti bantuan sosial berupa beras, pakaian, ataupun yang lainnya,” imbuhnya.

 

Adapun dana untuk pemberian bantuan ini, dijelaskan oleh Supijan, bukan dari dana APBD, melainkan dari dana pribadi ASN itu sendiri.

 

“Karena kami tergesa-gesa harus cepat-cepat mengumpulkan uang, maka untuk saat ini kami hanya bisa memberikan uang sebesar Rp 100 ribu per lansia, karena ini iuran hanya dari pejabat-pejabatnya saja,” katanya.

 

Supijan juga menyebutkan, bantuan Cimahi Peduli Ibu ini diberikan kepada 9 ibu lansia di Kelurahan Citeureup.

 

“Jadi per Binwil itu antara 9 sampai 10 lansia, untuk Binwil di Kelurahan Citeureup, 4 lansia dari BKPSDMD, 4 lansia dari Dinsos, dan 1 lansia dari Kecamatan Cimahi Utara,” tandasnya.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *