KARAWANG, Media3.id- Anggi Rostiana Tarmadi wakil ketua III DPRD Kabupaten Karawang mempertanyakan apa yang menjadi alasan Handoko kapala bidang peternakan di Dinas pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Karawang mengaku pusing dengan adanya pokok-pokok pikiran (Pokir) pengadaan ternak dari anggota DPRD Karawang.
Anggi pun menjelaskan, soal pokir ternak tentunya hasil dari reses dan permintaan dari masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan gagasan kepada wakil rakyat guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pasca pandemi covid-19 selama dua tahun.
Selain itu Anggi pun menyoroti soal ucapan Handoko yang mengaku pusing atas pokir hewan anggota DPRD Kabupaten Karawang, karena karena sepengetahuannya bahwa dinas merupakan penyelenggara teknis dan sebagai penyalur ke masyarakat.
“Pusingnya dimana? Kalau misalkan dinas itukan sebagai penyelenggara teknis, diakan penyalur, lantas pusingnya dimana? Tanya dulu pak kabidnya, pusingnya pusing kenapa? Yang pusing itu bukan saya, kalau saya hanya menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” kata Anggi di gedung DPRD Kabupaten Karawang, Senin (22/05023)
Sebelumnya di hadapan Wartawan kepala bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Handoko mengaku pusing dengan adanya pokir ternak dari anggota DPRD Kabupaten Karawang yang mencapai Rp 6.469.636.000 (enam milyar empat ratus enam puluh sembilan juta enam ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah).
“Terus terang kita mendapatkan amanah dari pokir. Jadi anggaran semua dari pokir tidak ada dari dinas, kita ketitipan dan melaksanakan karena kewenangannya dari dinas. Jadi terus terang bukan anggaran dinas,” kata Handoko dihadapan wartawan,
Dikatakan olehnya lebih kurang ada 25 anggota DPRD Karawang yang menitipkan proyek pengadaan hewan mulai dari sapi, domba, bebek hingga ayam sesuai yang tertera dalam aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) berbasis website Kabupaten Karawang. Sedangkan jumlah kelompok tani hewan sebanyak 58 kelompok.
“Titipan dewan sebanyak lebih kurang 25 Dewan kalau kelompoknya lebih kurang 58 kelompok,” ungkapnya.
Iapun menjelaskan dari sekian banyak paket pengadaan hewan, yang terbanyak dari anggota partai PKB sedangkan anggota dewan lainnya hanya satu dua paket. Saja sedangkan pengadaanya melalui e-katalog.
“Dari dewan PKB karena kebanyakan dari PKB, kalau PKS hanya satu dua, PDI hanya satu, Golkar satu pada yang lain hanya satu, yang banyak PKB. Pengadaannya sedang proses secara e-katalog sesuai dengan Perpes nomor 12. Kita juga sering komunitas dengan DPKAD dan Barjas dan LPSE,” tuturnya.
Lagi-lagi ia menjelaskan bahwa dinas hanya ketitipan dari anggota DPRD Karawang bahkan soal kelompok ternak saja para wakil rakyat yang menentukan “Setelah kita dapat surat dari dewan yah, CPCL nya dari mereka bukan kita yang menentukan dan kelompoknya juga dewan yang menentukan. Jadi kita pelaksana saja,” kata Handoko.
Bahkan iapun sempat menyampaikan kepada wartawan bahwa dirinya mengaku pusing karena kata dia dewan enggak pake sabar sehingga membuat ia pusing “Ya dewan mah enggak pake sabar, anu pusingmah urang,” Pungkasnya
DH






