Prabowo Subianto bersama para Koordinator Relawan Gibran dan Jokowi seusai “didadak ngobrol bareng” di Angkringan Omah Semar Solo, Jumat (19/5/2023) malam. (Foto: Rudi)
SOLO (Jateng), media3.id- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku kaget mendapatkan sambutan dan dukungan dari para relawan Gibran dan Jokowi (Presiden Joko Widodo; red).
“Saya didadak [tidak disangka/ tiba-tiba; red]. Kopassus didadak. Mantan Kopassus terdadak, enggak menyangka,” kata Prabowo Subianto, Jumat (19/5/2023) malam di Angkringan Omah Semar.
Prabowo mengaku kedatangannya ke Solo hanya untuk menemui Gibran, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur. Namun, ternyata ada belasan koordinator relawan yang memberikan dukungan.
Dalam pertemuan tersebut Prabowo mengaku telah berkomitmen dengan para relawan untuk menjaga agar Indonesia tetap kuat, aman dan sejahtera.
“Semua yang sudah dirintis pak Jokowi, kita ingin teruskan. Kita ingin Indonesia bangkit dan kita punya kesempatan yang luar biasa, kita punya jendela kebangkitan, bonus demografi kita mulai tahun 2025. Kita punya waktu 13-14 tahun untuk kita bisa naik tingkat menjadi negara yang maju, makmur, negara industri yang kuat. Itulah perjuangan kita,” tandas Prabowo.
Usai pertemuan di Solo, Prabowo berencana mengundang para relawan Gibran dan Jokowi yang mendukungnya maju sebagai capres 2024 ke rumahnya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Saat disinggung nama Erick Thohir yang dirumorkan akan menjadi pasangan Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden, Prabowo mengalihkan pembicaraan.
“Mas Gibran, mas Gibran….., bagaimana, cocok enggak?” ucapnya setengah bertanya.
Pertanyaan tersebut sontak dijawab teriakan ‘cocok’ oleh para koordinator relawan dan Gibran.
Koordinator Relawan Pendukung Gibran, Kuat Hermawan Santoso mengungkapkan dukungan ke Prabowo sudah melalui proses panjang. Rencana awalnya, pertemuan Jumat Malam tersebut akan dihadiri 100 koordinator. Tapi dibatasi oleh Gibran cuma 15 korlap karena keterbatasan tempat.
Prabowo pun tampak cukup lama menggelar pertemuan dengan para koordinator relawan. Namun Gibran tak terlihat bergabung dalam tersebut.
•(Shaleh Rudianto)






