KARAWANG, Media3.id- Hingga sampai saat ini dunia pendidikan Kabupaten Karawang menjadi perbincangan hangat pasalnya masih banyak ruang kelas sekolah dasar yang rusak berat dan ringan perlu diperbaiki. Dan ditambah lagi masih ditemukan siswa belajar dilantai.
Menyikapi hal tersebut Saidah Anwar SH anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang dari Dapil III ini kerap mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk menambah anggaran khusus untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak agar segera teratasi.
“Pada dasarnya kalau Dewan, kita di komisi III mendorongnya sebanyak-banyaknya supaya segera teratasi” kata Saidah, Rabu (27/07/22)
Iapun meminta kepada Pemda Karawang agar mampu menggali potensi baik bersumber dari Corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang atau mengajukan ke Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari pemerintah pusat
“Seumpamanya dari Kabupaten Karawang sendiri enggak bisa nih, enggak cukup uang, tolong cari ketempat lain seperti ke CSR kita banyak. Terus mungkin dana di kementerian atau di pusat lalu kita gali Potensi-potensi lainnya” jelasnya.
“Itupun kalau memang kita enggak mampu menyelesaikan semua, karena sekarang banyak bangunan sekolah yang sifatnya urgent untuk diperbaiki dan tidak bisa ditunda” ungkapnya.
Secara terang terangan ia maupun secara Lembaga dari Komisi III DPRD Kabupaten Karawang merasa prihatin dengan banyaknya gedung sekolah dasar yang mengalami rusak berat dan ringan.
“Secara pribadi saya merasa prihatin, secara lembaga apalagi kita dari lembaga Komisi III dengan maraknya SD-SD yang roboh. Karena banyak sekolah dasar sejak dibangun sampai sekarang belum tersentuh rehab” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Drs Asep Junaedi M.Pd menjelaskan dari data yang ia milikinya, ada 468 ruang kelas sekolah dasar negeri yang mengalami rusak berat sehingga perlu perhatian skala prioritas namun demikian ia berjanji di tahun 2023 2024 sudah masuk kedalam data rehab
“Karena yang sekolah itunya banyak ada 468 lokal, sementara dananya kita terbatas Insyaallah di tahun 2023-2024 sudah masuk kedalam agenda rehab” kata Asep beberapa waktu lalu.
“Karena keterbatasan anggaran sehingga kita memakai skala prioritas yang sangat-sangat roboh” pungkasnya.
(DH)






