TASIKMLAYA (Jawa Barat), media3.Id – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (DPW Partai NasDem) Jawa Barat, menggelar kegiatan pendidikan politik kepada para kader sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat di Hotel Grand Metro (5/2/2022).
Acara tersebut di hadiri oleh jajaran pengurus DPW Partai Nasdem Provinsi Jawa Barat, Bakal Calon DPR RI Daerah Pemilihan Jabar X1, Bakal Calon Legislatif DPRD provinsi, DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan yang menjadi tamu kehormatan Aom Anom Sukapura dan Juang Sukapura, serta para undangan.
Ketua DPW Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa memyampaikan bahwa, “Amanah ini harus di maknai sebagai bagian dri ibadah kita melalui Partai Nadem untuk memberikan kemaslahatan bagi masyrakat kabupaten Tasikmalaya. Karena apa yang kita lakukan dalam politik harus kita pahami. Hal itu semata – mata untuk kebaikan dan kemsalahatan bagi msayarakat. Karena itu Partai Nasdem akan tetap untuk terus konsiseten dan menjaga dengan cara mengendapankan prinsip – prinsip Partai Nasdem”, jelas Saan.
Saan melanjutkan, partai nasdem tidak pernah menjual belikan kekuasan atau politik transaksional. Di Partai Nasdem ini di sebut dengan politik tanpa mahar, bahkan Partai Nasdem tidak pernah menjualbelikan nomor urut.
“Kita ingin melahirkan pemimpin yang bersih, pemimpin yang selalu konsisten dalam berpolitik. Dengan di adakan pendidikan politik ini menyampaikan, kita senantiasa komitmen untuk menjaga merawat dan mengembangkan budaya dan tradisi muatan lokal”, ungkap Saan.
Di tempat yang Sama Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Tasikmalaya H Ade Ikhwan Batara, menyampaikan dengan di adakan nya pendidikan politik Partai Nasdem ini usaha atau upaya berupa bimbingan atau pembinaan secara disengaja dan sistematis dalam meningkatkan pengetahuan politik. Sehingga mencintai dan memiliki keterikatan yang tinggi terhadap bangsa dan negara serta menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam sistem politik, agar mampu berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuan politik. Papar Ade.

Ade melanjutkan, Pendidikan politik merupakan suatu upaya sadar yang dilakukan antara pemerintah dan para anggota masyarakat secara terencana, sistematis, dan dialogis dalam rangka untuk mempelajari dan menurunkan berbagai konsep, simbol, nilai-nilai, dan norma norma politik dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Manfaat pendidikan politik partai Nadem dapat melatih kader-kader nya agar meningkat partisipasi politiknya.
“Lewat pendidikan politik individu diajarkan bagaimana mereka mengumpulkan informasi dari berbagai media massa, diperkenalkan mengenai struktur politik, lembaga-lembaga politik, lembaga-lembaga pemerintahan”, Jelas Ade.
Pendidikan politik partai Nasdem ini adalah proses untuk membina individu agar mampu memahami, menilai, dan mengambil keputusan tentang berbagai permasalahan dengan cara-cara yang tepat dan rasional, termasuk dalam menghadapi masalah yang bias maupun isu yang kontroversial. Pengetahuan politik akan membawa orang pada tingkat partisipasi tertentu. Dalam politik seseorang tidak hanya dituntut mengembangkan pengetahuan juga harus mengembangkan aspek sikap dan keterampilan.
Di akhir sambutannya Ade Ikhwan Batara, mengatakan bahwa, Tujuan utama pendidikan politik Partai Nasdem ini agar setiap individu dapat mengenal dan memahami nilai-nilai ideal yang terkandung dalam sistem politik yang sedang diterapkan.
Adanya pendidikan politik agar setiap individu tidak hanya sekedar tahu saja tapi juga lebih jauh dapat menjadi seorang warga negara yang memiliki kesadaran politik untuk mampu mengemban tanggung jawab yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sikap dan peningkatan kadar partisipasi dalam dunia politik.
Maksud diselenggarakan pendidikan politik Partai Nasdem pada dasarnya adalah untuk memberikan pedoman bagi generasi Kader Partai Nasdem guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara sejalan dengan arah dan cita-cita bangsa Indonesia.
Pendidikan politik berfungsi untuk memberikan isi dan arah serta pengertian kepada proses penghayatan nilai-nilai yang sedang berlangsung. Ini berarti bahwa pendidikan politik menekankan kepada usaha pemahaman tentang nilai-nilai yang etis normatif, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang merupakan landasan dan motivasi bangsa Indonesia serta dasar untuk membina dan mengembangkan diri guna ikut serta berpartisipasi dalam kehidupan pembangunan bangsa dan negara. pungkas Ade. (Zank SW)






