Lambannya Kinerja Pemkot Serapan Anggaran Masih 10 Prosen Disetiap SKPD Presedent Buruk Bagi Kota Cimahi.

  • Whatsapp

Anggota DPRD Kota Cimahi Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Kota Cimahi H Enang Sahri Lukmansyah

Cimahi, Media3.id – Karena lambannya kinerja Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi, sehingga serapan anggaran masih 10% disetiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Cimahi.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi III H. Enang Sahri Lukmansyah juga sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Cimahi.

Menurut Enang, saat dikonfirmasi dikantor DPD Partai NasDem Kota Cimahi Jalan Sangkuriang Sabtu (29/5/2021).

Serapan anggran disetiap SKPD masih dibawah 10%, karena kata Enang, ada berbagai faktor Pemerintahan Kota Cimahi dipimpin Plt Walikota Cimahi Ngatiyana kinerjanya terkesan lamban.

Sebab kata Enang kembali, menjelang rampungnya semester 1, dilihat oleh Enang belum ada satupun proyek yang strategis diprioritaskan untuk mulai digarap fisiknya.

“Banyak proyek-proyek yang strategis sampai saat ini belum digarap, contohnya untuk pembangunan jalan Dustira-Sriwijaya (Underpass), Mall Pelayanan Publik (MPP) dan revitalisasi Stadion Sangkuriang,” sebut Enang.

Dilanjutkan oleh Enang, bila proses lelang dilakukan antara bulan Juli atau Agustus, waktunya tidak akan cukup,

Pendiri Kota Cimahi Mochamad Bakri (Glen) (Kanan baju Hitam)

“Karena proyek besar itu masih berkutat dengan proses lelang management kontruksi, misalnya tender dilaksanakan bulan Juli atau Agustus, hal ini tidak akan cukup waktunya, dan kapan pelaksanaannya, karena ini menggunakan anggaran besar, karena lelang itu butuh waktu yang cukup lama, dan harus dipikirkan pula potensi kegagalannya,” terang Enang.

Hal yang sama diungkapkan oleh pendiri Cimahi Mochamad Bakri (Glen), saat dihubungi via telepon selulernya, Sabtu (29/5/2021).

Menurut Glen, terkait masalah proyek di Cimahi yang bertanggung jawab adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Dikdik Suratno Nugrahawan dan Pelaksanaan Tugas (Plt) Walikota Cimahi Ngatiyana.

“Plt Walikota tidak bisa bekerja sendiri, dia ada pembantunya, pembantunya adalah Sekda, kenapa Sekda yang punya peran yang utama dalam ke Aparatur Sipil Negara (ASN) karena Sekda lebih berpengalaman membina ASN, apalagi Plt Walikota sebagai orang baru yang belum begitu paham masalah proyek,” papar Glen.

Selanjutnya menurut Glen kembali, sekda lebih paham masalah birokrasi,

“Jadi kuncinya ada di Sekda, jadi pertanyaan saya ada apa antara Sekda Kota Cimahi Dikdik dengan Plt Walikota Ngatiyana, sehingga pekerjaan menjadi lamban, kalau seperti ini terus, Sekda Kota Cimahi dan Plt Walikota Cimahi akan merusak tatanan kota Cimahi,” tegas Glen.

Karena masalahnya kata Glen, penilaian dari Badan Keuangan akan berpresedent buruk kepada Kota Cimahi yang mana bantuan Anggaran Propinsi yang tidak terserap oleh Kota Cimahi.

Ditambahkan oleh Glen baik Dikdik maupun Ngatiyana, secara moral maupun secara administrasi harus bertanggung jawab kepada masyarakat Cimahi

“Buat apa kerja sekda dari bulan Januari sampai sekarang tidak ada buktinya, menurut saya lebih baik mundur saja, karena bila anggaran proyek tersebut tidak terserap akan menurun prestasi Cimahi, karena yang namanya lelang harus dilakukan satu tahun anggraran, kalau dilakukan bulan Juli atau Agustus, menurut saya tidak akan terkejar,” Tandasnya.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *