KARAWANG, Media3.id – Walaupun Pemerintah sudah menetapkan Karung yang dugunakan untuk kemasan beras 10 Kg untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus ada izin edar dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kemtan RI). Senin (03/05/21).
Namun yang terjadi di Desa Jatimulya, Kemasan beras tersebut tanpa label izin edar, sehingga rawan monopoli atas pengadaan paket pada program sembako BPNT di Desa Jatimulya.
Sepertinya Oknum supplier tidak memperhatikan aturan pemerintah, Beras yang disalurkan ke Masyarakat Jatimulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang melalui E-Warong, kemasan karungnya tanpa Label izin edar dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.
Salah satu warga Jatimulya, Sebut saja Asep menunjukan karung beras BPNT yang ia terima bermerk GR, beras premium dengan berat bersih 10 Kg dan harga Rp 12.000/Kg. ternyata tidak ada tulisan izin dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia “karung berasnya ini” kata Asep, Senin (03/05/21).
Saat di wawancara, Hendra tenaga kerja sosial kecamatan (TKSK) Pedes berdalih tidak tahu soal kemasan beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM), padahal salah satu tugasnya mengawasi apakah penyaluran BPNT yang diterima KPM sudah sesuai prosedur atau sebaliknya.
Hendra berdalih nomor yang ada di karung tersebut terdapat nomor 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12. disamping nomor tersebut juga ada tulisan nomor 2021,.2022, 2023, 2024. Hendra mengaku tidak tahu apakah nomor tersebut merupakan ijin dari Kementrian Pertanian ataubbukan “enggak tahu ini, nomor Kementan apa bukan” kata Hendra TKSK Kecamatan Pedes, Senin (03/05/21).
iapun mengaku belum melakukan komunikasi dengan tim koordinator (Tikor) Kabupaten Karawang soal karung kemasan beras BPNT yang diduga tidak ada izin dari Kementrian Pertanian “Belum, Belum komikasi dengan Tikor” jelasnya.
Lanjutnya Hendra mengatakan baru tahu soal karung kemasan beras BPNT yang diterima KPM pada Bulan April 2021 lalu, padahal sudah lebih dari dua pekan beras terswbut diterima KPM “saya baru tahu” tuturnya.
Sedangkan suppliernya kata hendra, bernama HSJ yang menyupalai ke lima desa yaitu Desa Kertaraharja, Desa Rangdu, Dwsa Payungsari, Desa Puspasari dan Desa Jatimulya “Suppliernya bernama HSJ, dia menyuplai ke 5 desa” pungkasnya.
Laporan: Dmn Hr






