KARAWANG, Media3.id- Asisten Daerah (Asda) 1 Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa soal tes tertulis bakal calon kepala kepala desa dibuat oleh Universitas Buana Perjuangan (UBP) yang selanjutnya di distribusikan ke lokasi tempat tertulis dan dikawal oleh petugas keamanan. Selasa (16/03/21)
kepala Asda 1, Akhmad Hidayat menjelaskan bahwa penyelenggara tes tes tertulis bakal calon kepala desa sebanyak 177 desa yang bertempat di beberapa lokasi, sebagai penyelenggara dan teknisnya ada di UBP
“yang menyelenggarakan itu UBP. Jadi teknisnya itu ada di UBP untuk penyelenggaraan tes tertulis” kata Akhmad Hidayat yang sekaligus Plt Kepala DPMD Karawang, Selasa (16/03/21).
Lanjutnya Soal yang dibuat oleh UBP tidak lagi dibawa lagi ke Asda 1 ataupun ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karawang, namun soal tes tertulis tersebut dibawa oleh UBP ke tempat ujian tertulis para bakal calon kepala desa, yang tentunya segala seauatunya diserahkan ke UBP
“jadi soalnya dibawa UBP ke tempat ujian tertulis. Jadi segala sesuatunya diserahkan ke UBP” ungkapnya.
Asda 1 pun hanya menerima informasi bahwa soal soal untuk ujian tes tertulis tersebut disegel oleh dan dikawal oleh petugas keamanan namun pihak UBP tidak memperlihatkan foto bahwa soal tes tertulis tersebut disegel
“informasi yang kami terima soal tersebut disegel dan dikawal oleh Polisi” tuturnya.
Jadi, kata Akhmad Hidayat, Asda 1 tidak tidak ikut campur soal ujian tes teetulis bakal calon kepala desa karena semuanya sudah diserahkan ke U
jadi kalau untuk tes tertulis, tidak ikut campur kan sudah menyerahkan ke UBP, hasilnya baru diserahkan kepada kami
Iapun kembali menjelaskan bahwa soal test tertulis dibuat oleh UBP, dikirim oleh UBP ke tempat dimana dilaksanakannya tes tertulis bakal calon kepala desa diselenggarakan
“soal dibuat oleh UBP dikirim oleh UBP ke tempat masing masing” pungkasnya.
sebelumnya, ratusan pendukung Omin Lesmana bakal calon kepala desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur yang gugur saat tes tulis melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Kabupaten Karawang, Rabu (10/03/21). Mereka meminta agar hasil tes tulis dibuka secara terbuka supaya transparan.
Melalui kuasa hukumnya, Omin Lesmana menjelaskan bahwa lembar jawaban yang diterima kliennya sudah ada nama orang lain dan kertas lembar jawabanpun sudah tidak disegel lagi sehingga menduga adanya kecurangan oleh penyelenggara dalam tes tertis tersebut.
“pada saat tes tertulis dalam lembar jawabannya ada nama orang, yang kedua kertas sudah tidak disegel, selanjutnya pak omin duduk nomor dua barisan dari depan, kenapa soal diberikan tapi pak omin dilewati” kata Timi Nurjaman, Rabu (10/03/21).
Lanjutnya, Atas dasar tersebut Para simpatisan dan pendukung Omin Lesmana meminta kepada penyelenggara agar hasil test tertis lembar jawaban dibuka seperti apa, apakah benar apa yang dikatakan Emin atau sebaliknya.
“atas dasar itu kami meminta keadilan kepada panti uji agar dibuka hasil tesnya itu seperti apa?” jelasnya.
Sebelumnya, Timi bersama pendukung Omin Lesmana pernah melakukan hearing dengan DPRD Kabupaten Karawang, tim panti uji, Kabag Hukum dan lainya bahwa lembar jawaban Omin Lesmana bisa dilihat, namun saat hearing yang kedua kali, panti uji mengatakan tidak bisa dibuka.
“pada hearing yang pertama kabag hukum memperbolehkan membuka dokumen itu untuk pak Omin tapi pada hearing yang kedua, panti uji menyatakan bahwa itu tidak bisa” pungkasnya.
(Dmn Hr)






