Tri Rismaharini Disebut Akan Menjadi Menteri Sosial Menggantikan Juliari P Batubara

  • Whatsapp

Surabaya, media3.id – Sejumlah prestasi yang telah dicapai oleh sosok Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya memang perlu diacungi jempol. Sebut saja, yang paling fenomenal adalah penutupan pusat lokalisasi terbesar se-Asia tenggara Gang Dolly yang menjadi destinasi primadona para pencari kepuasan hasrat birahi di Surabaya dari pendatang lokal hingga mancanegara pada tahun 2014.
Juga sederet prestasi lainnya yang telah berhasil diraih dan ditunjukan dibawah kepemimpinan seorang Tri Risma dalam memimpin kota yang berjuluk “Kota Pahlawan” ‘itu.

Tentunya, dasar inilah yang menjadi pertimbangan pemerintah yang dikabarkan akan mendaulat Risma menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari P Batubara yang tersandung kasus korupsi anggaran bantuan sosial (Bansos) Covid-19 beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya Yusuf Lakaseng pada acara tasyakuran pilkada atas kemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji di Surabaya, Minggu, (13/12)..

“Saya dapat kabar bahwa Ibu Risma ditunjuk Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju. Tentunya, kami sangat mendukung dimana kami merasa yakin jika kinerja Wali Kota Risma cukup bagus. Terlebih lagi, Risma sudah mengubah wajah Surabaya, bahkan sudah mendunia. Di Surabaya, wali kota bisa langsung meloncat ke menteri, tanpa harus menjadi Gubernur Jawa Timur terlebih dahulu. Ini menunjukkan kalau Surabaya itu kota yang mendunia,” katanya.

Seperti diketahui, Risma sendiri, tak lama lagi akan segera purna tugas dari jabatan sebagai Walikota Surabaya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Risma mengaku belum memiliki pandangan kedepannya apakah akan kembali terjun ke politik setelah tak lagi menjabat Wali Kota Surabaya.

Saat ditanya apakah bersedia jika nanti mendapat tawaran menjadi menteri, Risma tak menjawab dengan gamblang.

“Nantilah ya teman-teman. Aku dulu ditawari ya waktu sama Pak Bambang DH (mantan wali kota Surabaya), aku minta jadi kepala dinas pendidikan, ya mana mungkin insinyur kepala dinas pendidikan kan,” jelas Risma dikutip dari Tribunnews.com.

“Saya belum tahu, yang jelas aku enggak merencanakan untuk apa pun, karena bagi saya jabatan itu amanah dan enggak boleh diminta. Jadi, saya enggak merencanakan apa pun,” pungkas Risma.

(Ardhie)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *