DPP LPPI ; siapa pun putra terbaik bangsa tanpa melihat latar belakang suku dan agama memiliki Kesempatan yang sama untuk menduduki posisi sebagai Kapolri

  • Whatsapp

Foto : Istimewa/ Media3.Id/ Dok.

Jakarta, Media3.Id — Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (LPII) menyesalkan sejumlah pihak yang merasa aneh bila Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz nantinya dijabat oleh seseorang yang bukan beragama Islam atau non muslim. Pernyataan itu sangat tendensius dan tidak dapat dibenarkan oleh Pancasila. Sebab, siapapun putra terbaik bangsa memiliki hak dan kedudukan yang sama jika memenuhi syarat menjadi Kapolri.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP LPPI Dedi Siregar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/12).

“Kami sangat menyanyangkan pernyataan soal jabatan Kapolri harus beragama Islam. Kami menganggap pernyataan itu kurang tepat dan di anggap tidak layak di sampaikan di hadapan publik,” kata Dedi Siregar.

” kami sangat menyanyangkan Pernyataan yang di sampaikan persoalan Jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) harus beragama Islam kami menganggap pernyataan itu kurang tepat dan di anggap tidak layak di sampaikan di hadapan publik”

” syarat utama seseorang bisa menduduki jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri )karena figur tersebut memiliki rekam jejak dan integritas yang baik, profesional, dan memiliki prestasi yang mumpuni dan jenjang kepangkatan yang cukup, hal utama yang penting dan harus menjadi perhatian kita bersama, bahwa UU No 2/2002 tentang Polri pun sudah jelas dan tegas tidak mencantumkan persyaratan harus agama tertentu untuk mengisi jabatan Kapolri,”

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan keanekaragaman dan kemajemukan Budaya dan latar belakang yang berbeda, Sebagai negara yang memiliki masyarakat dengan kehidupan multikultural dan memiliki Suku, RAS Agama yang berbeda – beda, Indoneisa 76 tahun sudah merdeka Dengan penduduk jumlah 34 Provinsi dari sekian 514 kabupaten dan 268.583.016 jiwa dengan jumlah suku yang berbeda beda yang kemudian menjadi persatuan hingga di usia bangsa Indonesia sudah sangat dewasa ini “

“Artinya, siapa pun putra terbaik bangsa tanpa melihat latar belakang suku dan agama semua mempunyai kesempatan untuk menduduki posisi sebagai Kapolri,”

” Menyoal sosok sebagai Kapolri semua punya kesempatan yang sama jika berprestasi dan kepangkatan untuk menduduki posisi sebagai Kapolri dan kami berharap kebijakan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf kemarin, hari ini, dan ke depan terus dibangun atas semangat kebangsaan yang menghargai keberagaman. Baik suku, agama, ras, maupun golongan”

(Wahyu Tj)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *