KARAWANG, Media3.id–– Suhu politik di Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kian memanas. Memasuki tahapan pendaftaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa saat ini justru semakin mencuat tajam ke publik.
Jagat maya, khususnya grup WhatsApp “Info Kalangsari”, mendadak geger setelah salah seorang warga mengunggah video bernada protes keras dengan tulisan mencolok: “2026 Kalangsari Ganti Lurah”. Unggahan tersebut memicu efek domino yang menggerus kepercayaan publik, tepat di saat sang kepala desa petahana dikabarkan bersiap maju kembali dalam bursa pemilihan.
Aksi protes digital ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan penelusuran dan pantauan langsung di lapangan, warga menyoroti ironi besar yang terpampang nyata pada Billboard transparansi anggaran di Kantor Desa Kalangsari. Di sana tertulis jelas bahwa Pendapatan Asli Desa (PADes) Kalangsari tahun anggaran 2025 bernilai Nol Rupiah alias nihil.
Angka nol ini dinilai sangat tidak masuk akal dan memicu keheranan mendalam di tengah masyarakat. Pasalnya, Desa Kalangsari diketahui memiliki modal aset yang kuat dan sangat produktif, salah satunya berupa lahan persawahan seluas kurang lebih 1 hektare. Tidak hanya itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalangsari juga sempat diguyur suntikan modal segar mencapai ratusan juta rupiah pada tahun 2025. Warga pun mempertanyakan, ke mana larinya hasil pengelolaan aset-aset produktif tersebut?
Padahal, jika mengintip laporan resmi baliho desa, aliran dana yang masuk ke rekening Pemerintah Desa Kalangsari sepanjang tahun 2025 terbilang sangat fantastis, yakni menembus angka Rp 2.545.117.511 (Dua Miliar Lima Ratus Empat Puluh Lima Juta Seratus Tujuh Belas Ribu Lima Ratus Sebelas Rupiah).
Berikut rincian suntikan dana yang diterima Pemdes Kalangsari pada tahun 2025:
Dana Desa (DD): Rp 1.064.905.200
Bagi Hasil Pajak & Retribusi (BHPR): Rp 542.541.000
Alokasi Dana Desa (ADD): Rp 807.579.432
Bantuan Keuangan Provinsi (Banprov): Rp 130.000.000
Pendapatan Lain-lain: Rp 91.879
Dengan total anggaran yang menembus angka 2,5 miliar rupiah lebih, kegagalan desa dalam menghasilkan PADes sepeser pun menjadi rapor merah yang sulit diterima warga. Kesenjangan yang mencolok ini memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat terkait efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan oleh aparatur desa. Kesenjangan angka inilah yang kini menjadi senjata utama gerakan “Ganti Lurah” di akar rumput.
Memasuki masa pendaftaran Pilkades, isu PADes nihil ini diprediksi akan menjadi ujian terberat bagi sang petahana yang ingin kembali memimpin. Jika pihak pemerintah desa tidak mampu memberikan klarifikasi yang rasional dan akuntabel kepada publik, mosi tidak percaya dari warga dipastikan akan menggelinding semakin liar dan berpotensi besar menjegal langkah petahana di kursi kepemimpinan Desa Kalangsari
Reporter: Dmn Hr






