Replika Gajah Raksasa Angkat Sejarah Batu Gajah di Karnaval HUT RI ke 81 di Kota Banjar

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Bukan sekadar hiasan karnaval, replika gajah raksasa yang tampil dalam pawai alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Banjar, Selasa (18/8/2026), membawa cerita tentang sejarah lokal di Dusun Warung Buah, Desa Neglasari.

Replika setinggi sekitar 5 meter itu dibuat masyarakat RW 13 Dusun Warung Buah. Dengan warna hitam dan bentuk yang dibuat menyerupai seekor gajah, replika tersebut diusung sekitar delapan orang saat mengikuti pawai di Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar.

Read More

Di balik kemegahannya, replika tersebut terinspirasi dari Batu Gajah, sebuah penanda sejarah yang menurut masyarakat setempat berkaitan dengan salah satu wilayah di Dusun Warung Buah.

Sekretaris Desa Neglasari, Dedi Rosdiana, mengatakan masyarakat sengaja mengangkat kisah Batu Gajah melalui karya seni agar sejarah lokal tersebut tetap dikenal dan dapat menjadi bagian dari identitas Desa Neglasari.

“Gajah ini sejarah salah satu wilayah yang ada di Dusun Warung Buah yaitu Batu Gajah. Mudah-mudahan menjadi ikon Desa Neglasari, dijadikan kreasi dan seni,” kata Dedi.

Menurut Dedi, kreativitas warga tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan perayaan kemerdekaan. Replika gajah diharapkan dapat menjadi media untuk mengenalkan kembali potensi sejarah dan budaya yang ada di lingkungan masyarakat.

Material pembuatan replika pun memanfaatkan sejumlah bahan limbah yang didaur ulang dan kemudian dikreasikan menjadi bentuk gajah berukuran besar.

Bagi masyarakat yang mengusungnya dalam pawai, gajah tersebut juga memiliki makna simbolis. Sosok gajah dimaknai sebagai gambaran kekuatan dan kesetiaan sekaligus semangat kebersamaan masyarakat.

“Gagah perkasa dan setia. Simbol yang dibawa oleh kita dalam upacara, menandakan gagah perkasa Negara Indonesia,” ujarnya.

Dedi berharap keberadaan replika tersebut tidak berhenti sebagai atraksi dalam pawai tahunan. Ia berharap kisah Batu Gajah dapat terus dikenalkan kepada generasi berikutnya dan pada akhirnya menjadi salah satu ikon Desa Neglasari.

“Kemerdekaan ini milik kita bersama. Kita jadikan semangat kemerdekaan ini untuk membangun desa agar masyarakat hidup sejahtera,” pungkasnya.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *