BANJAR, media3.id – Pelayanan RSUD Kota Banjar menjadi sorotan di media sosial setelah sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok @manusiaprulal mendapat perhatian luas dari warganet. setelah di unggah 4 jam yang lalu.
Dalam video tersebut, pemilik akun menyampaikan sejumlah catatan dan pertanyaan terkait pelayanan serta kondisi di lingkungan RSUD Kota Banjar. Ia juga mengajak para aktivis di Kota Banjar untuk turut mencermati dan mengecek sejumlah hal yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian.
Salah satu hal yang disampaikan berkaitan dengan pengalaman keluarga pasien pengguna BPJS. Pemilik akun menuturkan adanya persoalan terkait rekomendasi penggunaan korset bagi pasien yang disebut mengalami cedera setelah terjatuh.
Menurut penuturannya, keluarga pasien sempat menanyakan ketersediaan korset kepada pihak terkait. Dalam video tersebut disebutkan adanya informasi yang berbeda mengenai ketersediaan alat tersebut, hingga kemudian muncul informasi mengenai harga yang disebut berada pada kisaran Rp400 ribu hingga Rp600 ribu.
Persoalan itu kemudian dipertanyakan karena pasien disebut sebagai peserta BPJS. Namun, mengenai status korset tersebut, apakah termasuk alat kesehatan yang ditanggung BPJS atau terdapat ketentuan lain dalam pelayanan dan pengadaannya, masih memerlukan penjelasan resmi dari RSUD Kota Banjar maupun BPJS Kesehatan.
Selain persoalan tersebut, pemilik akun juga menyampaikan sejumlah catatan mengenai kondisi lingkungan dan fasilitas rumah sakit, termasuk pengelolaan tempat sampah serta beberapa fasilitas yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
Ia juga menyinggung persoalan piutang pasien umum. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut adanya angka sekitar Rp439 juta untuk periode Januari hingga September 2026.
Unggahan tersebut kemudian memancing 533 komentar warganet. Respons yang muncul beragam, mulai dari tanggapan terhadap isi video hingga berbagi pandangan dan pengalaman masing-masing terkait pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari RSUD Kota Banjar mengenai sejumlah persoalan yang disampaikan dalam video tersebut.
(Joe)





