
TNBB (BALI), media3.id – Puluhan ribu bibit Mangrove mulai ditanam di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) seluas 19 Hektar di Teluk Trima. Diprakarsai oleh PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung (PT WLBA ) dan Yayasan Eropa, yang secara resmi dimulai di Hari Konservasi Alam Nasional tanggal 10 Agustus 2026 sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tanggal 17 Agustus 2026 mendatang.
Ketua Panitia dan sekaligus Kepala Desa Sumber Klampok mengatakan
Pengempon Pura Gili Kencana dan Pura Segara Giri di Teluk Trima Kecamatan Gerokgak yang terdiri dari masyarakat 14 desa, terlibat aktif dalam kegiatan konservasi penanaman bibit mangrove ini.
“Ada 14 desa yang warganya berperan aktif, yakni Ds Tukad, Ds Sumaga, Ds. Pengulon. Ds.,Tinga, Ds Patas, Ds Gerokgak, Ds Sangga langit, Ds. Penyabangan, Ds. Musi, Ds. Banyupoh, Ds Pemuteran, Ds Sumber kima, Ds. Penjarakan, Ds. Sumber Klampok, dan Ds. Patas. Mereka bersemangat tinggi, sangat antusias menyambut dan mendukung kegiatan konservasi penanaman mangrove, yang juga merupakan Kelompok Sadar Wisata Segara Indah ini,” ungkap Ketua Panitia.
Dikatakannya, warga berkomitmen sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas menanam hektaran lahan tanam, menjaga dan merawat mangrove selama tiga tahun, yang dimandatkan oleh PT WLBA dan Balai TNBB.
Pada kesempatan tersebut salah satu pemangku adat Jero Mangku I Ketut Merta menyampaikan bahwa pada kegiatan penanaman mangrove ini dibentuk kelompok masyarakat sebagai penanggung jawab tanaman mangrove yang ditanam. “Bahkan siswa dan mahasiswa ikut serta untuk menjadi bagian dari penyelamat lingkungan bersama TNBB dan PT WLBA, yang menanam, merawat, menjaga sampai tiga tahun perkiraan mangrove sudah menjadi vegetasi hutan,” terang I Ketut Merta.
Ditambahkan oleh Direktur Utama PT WLBA R.Ay. Ambarwati Kenconowungu, bahwa setiap kelompok tanam harus dicatat dan didaftar oleh perusahaan sebagai kelompok binaan perusahaan yang bekerja dibawah pengawasan TNBB. “Biaya tanam dan perawatan diberikan secara berkala oleh perusahaan dan pada setiap tahun diadakan evaluasi sekaligus kompetisi yang nantinya para kelompok petani mangrove yang menjadi pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dan sertifikat penghargaan,” jelas R.Ay. Ambarwati Kenconowungu.

Hal tersebut menambah semangat dan antusias seluruh lapisan masyarakat peduli lingkungan.
Kegiatan penanaman ribuan Mangrove tersebut didukung oleh Yayasan Royal Nusantara Agung bersama puluhan yayasan serta organisasi masyarakat budaya dan pecinta alam. Antara lain Yayasan Keris Bali, Yayasan Inti Alam Bali, Yayasan Bumi Bali Bagus, Yayasan Batur Kalawasan, Yayasan Pancer Langit, Sanggar Bona Alit, STIKES, SMAN Gerokgak, SMPN dan SDN Sumberklampok, Pokdarwis, Persatuan Subak, Banjar Adat dan para pejabat dan staff TNBB, pejabat kementerian Kehutanan dan pejabat kementerian lingkungan hidup dan pejabat kementerian lain yang hadir sebagai tamu undangan.
Hadir juga pecinta alam dari luarnegeri berkebangsaan Perancis sebagai perwakilan yayasan Eropa yang bekerjasama dengan yayasan RNA dan PT WLBA.• (Shaleh Rudianto media3)





