10 Cabor Walk Out dari Musyorkot KONI Banjar, Ketua Terpilih: Dinamika Organisasi Itu Wajar

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar Tahun 2026 diwarnai dinamika setelah 10 cabang olahraga (cabor) memilih walk out dari forum.

 

Read More

Aksi tersebut sebelumnya disertai sejumlah keberatan terkait mekanisme musyawarah, laporan pertanggungjawaban (LPJ), hingga transparansi pengelolaan anggaran.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kota Banjar terpilih periode 2026-2030, Soedrajat Argadireja, menilai dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar selama disampaikan dalam koridor yang konstruktif.

 

“Saya pikir ini cukup bagus buat tumbuh dan berkembangnya sebuah organisasi, di mana ada dinamika. Yang penting selama itu ada dalam koridor substansial, korektifnya juga membangun, bukan dari rasa kebencian atau subjektif,” ujar Soedrajat kepada awak media, Sabtu (29/8/2026).

 

Soedrajat juga tidak mempermasalahkan keputusan 10 cabor yang memilih meninggalkan forum. Menurutnya, proses Musyorkot tetap dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah ditempuh dalam persidangan.

 

“Saya pikir nggak apa-apa juga. Buktinya ini jalan terus,” katanya.

 

Meski demikian, Soedrajat mengaku perlu melihat lebih jauh alasan di balik aksi walk out tersebut. Ia menilai keputusan sejumlah cabor tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi.

 

“Kita harus set back ke belakang. Ada apa dengan itu? Masa tiba-tiba dengan spontannya mereka keluar semua. Ada apa juga?” ujarnya.

 

Klaim Forum Tetap Berjalan

 

Soedrajat menjelaskan, setelah 10 cabor meninggalkan forum, proses persidangan tetap dilanjutkan dengan peserta yang masih berada di dalam forum.

 

Menurutnya, terdapat 14 peserta yang tetap mengikuti persidangan, ditambah satu perwakilan dari KONI Provinsi Jawa Barat.

 

“Yang sah forum itu 14, plus dari provinsi masih ada 15,” katanya.

 

Ia mengatakan mekanisme persidangan telah ditempuh, termasuk pemenuhan jumlah peserta dan pemberian kesempatan kepada calon yang mencalonkan diri.

 

“Dari mulai tadi, dua pertiga dari peserta dipanggil, kemudian calon yang mencalonkan diri kita panggil, kasih jeda waktu. Kita tempuh mekanisme-mekanisme itu,” ujarnya.

 

Terkait adanya pernyataan dari KONI Provinsi Jawa Barat mengenai status sah atau tidaknya proses Musyorkot, Soedrajat mengatakan pihaknya menghormati kewenangan organisasi di tingkat provinsi.

 

“Ya nggak apa-apa, itu silakan. Cuma kita juga punya alasan, mekanisme kita tempuh,” katanya.

 

Menurut Soedrajat, hasil pelaksanaan Musyorkot nantinya tetap akan melalui mekanisme organisasi sesuai kewenangan masing-masing tingkatan.

 

Fokus Susun Kepengurusan

 

Pasca terpilih sebagai Ketua KONI Kota Banjar periode 2026-2030, Soedrajat mengatakan fokus berikutnya adalah menyusun struktur kepengurusan.

 

Ia menyebut dirinya bersama dua orang formatur diberikan waktu selama tujuh hari untuk menyusun kepengurusan KONI Kota Banjar.

 

“Target selanjutnya paling kita sama dua orang formatur menyusun kepengurusan. Dikasih waktu tujuh hari,” ujarnya.

 

Soedrajat mengatakan dirinya ingin membentuk tim yang dapat bekerja secara optimal sekaligus melakukan pembenahan terhadap sistem kerja organisasi.

 

“Kita coba susun dengan winning team, tim terbaik kita coba cari. Kita ingin perbaiki juga sistem kinerja organisasi supaya ke depannya lebih baik,” katanya.

 

Ia berharap dinamika yang terjadi dalam Musyorkot tidak berlarut-larut dan dapat menjadi bagian dari proses evaluasi organisasi.

 

Bagi Soedrajat, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang dapat terjadi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan mengedepankan kepentingan olahraga serta atlet Kota Banjar.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *