Sinkronkan Program dengan Pemkot, 99 Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar Jalani KKN Berbasis Pengembangan Ekonomi Desa

  • Whatsapp

 Pemkot Banjar 99 Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar 

 

Read More

BANJAR, Media3.id – Sebanyak 99 mahasiswa semester VI STISIP Bina Putera Banjar resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026. Program pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Pertanian dan Agroindustri “dengan lokasi KKN di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan di Kota Banjar.

 

Pelepasan peserta KKN berlangsung di Kampus STISIP Bina Putera Banjar dan dihadiri jajaran civitas akademika serta Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana.Kamis (2/7/2026), Bertempat di Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat.

 

Ketua STISIP Bina Putera Banjar, Tina Cahya Mulyatin, mengatakan peserta KKN berasal dari dua program studi, yakni Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis. Seluruhnya merupakan mahasiswa semester VI yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama program KKN berlangsung.

 

“Hari ini kami melepas 99 peserta KKN yang berasal dari dua program studi, yaitu Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis. Seluruh peserta merupakan mahasiswa semester enam,” ujarnya.

 

Menurut Tina, pelaksanaan KKN tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mahasiswa diterjunkan ke wilayah Kabupaten Ciamis, kali ini seluruh peserta ditempatkan di Kota Banjar sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah.

 

“Kami ingin menyinkronkan program KKN dengan program Pemerintah Kota Banjar. STISIP Bina Putera Banjar ingin berkontribusi terhadap perkembangan Kota Banjar, khususnya dalam bidang ekonomi, dengan menggali berbagai potensi yang dimiliki desa,” katanya.

Ia menjelaskan, penentuan tujuh desa lokasi KKN dilakukan setelah pihak kampus melakukan kajian terhadap program prioritas Pemerintah Kota Banjar, terutama yang disusun oleh Bappelitbangda dan perangkat daerah terkait. Selain melihat potensi desa, penempatan mahasiswa juga disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

 

“Kami melihat potensi desa sekaligus menyelaraskannya dengan program-program pemerintah. Harapannya, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membantu mendorong pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.

 

Tina berharap kolaborasi antara STISIP Bina Putera Banjar dan Pemerintah Kota Banjar dapat terus berlanjut sehingga program KKN menjadi agenda berkelanjutan.

 

“Kalau kerja sama ini berjalan baik, kami berharap program KKN dapat terus berlanjut. Tahun ini fokus pada pengembangan ekonomi desa, sementara tahun berikutnya bisa dikembangkan ke bidang sosial, budaya, maupun tema lainnya, namun tetap berkesinambungan di desa yang sama,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah peserta membuat kampus belum dapat menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kota Banjar.

 

“Dengan jumlah peserta 99 orang, tentu kami belum bisa mencakup seluruh desa dan kelurahan. Karena itu kami menentukan lokasi berdasarkan skala prioritas sesuai program pembangunan daerah. Ke depan, apabila program ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin cakupan desa akan diperluas,” tuturnya.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, mengapresiasi sinergi yang dibangun STISIP Bina Putera Banjar melalui program KKN yang selaras dengan arah pembangunan daerah.

 

“Mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Potensi yang dimiliki setiap desa perlu digali dan dikembangkan agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Banjar,” ujar Supriana.

 

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat sehingga hasil pengabdian mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Kami berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu melahirkan inovasi serta mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal,” pungkasnya.

 

(Jo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *