KARAWANG (Jawa Barat), media3.id – Kondisi ruas jalan yang gelap gulita di wilayah Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, yang merupakan jalan provinsi memicu kekhawatiran serius bagi masyarakat setempat dan pengguna jalan.
Pasalnya, ketiadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah titik rawan kerap dimanfaatkan oleh komplotan begal untuk melancarkan aksinya. Menanggapi situasi yang kian meresahkan,
Langkah ini diambil sebagai bentuk proteksi mandiri mengingat kejadian kriminalitas, terutama pembegalan, dilaporkan sering terjadi saat malam hari ketika aktivitas warga mulai sepi.
“Kami tidak mau tinggal diam melihat warga merasa terancam saat pulang kerja atau melintas di desa sendiri. Karena lampu jalan (PJU) tidak ada, jalanan jadi sangat gelap dan rawan. Makanya, saya bersama warga terus melakukan ronda malam,” kata Kepala Desa Dewisari Tamin Dodi kepada wartawan, Rabu (29/04/26)
Kegiatan ronda ini menyasar titik-titik “buta” yang minim cahaya. Warga secara bergantian melakukan patroli maupun berjaga di yang rawan pembegalan hingga menjelang subuh.
Selain menjaga keamanan, aksi kades dan warga ini juga menjadi bentuk protes halus kepada pihak terkait agar segera memperhatikan infrastruktur penerangan di wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah daerah atau dinas terkait segera memasang PJU untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan.
Hingga berita ini diturunkan, patroli swadaya masyarakat Desa Dewisari terus diperketat, terutama pada jam-jam rawan hinggap menjelang sholat subuh.
Reporter: Dmn Hr






