Soal Gedung Baru Desa Kutamekar, Pengakuan Camat Ciampel Tak Sejalan Dengan Sekdes.

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Plt Camat Ciampel Kabupaten Karawang Agus Sugianto memastikan bahwa Gedung baru dua lantai yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah tersebut murni dari uang kepala Desa Kutamekar Karna Lukmana S.Ip. Senin (16/03/26).

 

Read More

Agus mengatakan, dirinya pernah berkomunikasi dengan kepala desa secara langsung tanpa perantara soal biaya pembangunan dua lantai kantor desa. Saat itu Kepala desa menyampaikan pembangunan kantor desa yang baru, uangnya murni dari kepala desa tanpa campur tangan orang lain.

 

“Yang jelas dari pengakuan pak lurah Anggaran pembangunan dari pak lurah,” kata Agus Sugiono, Senin usai menghadiri pelantikan 9 kepala desa di aula Husni Hamid, Senin (16/03/26).

 

Saat ditanya wartawan apakah Anggaran pembangunan kantor desa tersebut Harus tercatat atau tidak di APBDes?

 

Agus menjelaskan bahwa gedung yang dibangun oleh kepala desa menggunakan uang pribadi di tanah desa tidak mesti tercatat karena kepala desa belum menghibahkan. Kecuali kepala desa menghibahkan bangunan ke desa sehingga perlu dicatat.

 

“Enggak mesti karena pak lurah tidak menghibahkan.kalau dihibahkan berarti ada catatan kalau tidak dihibahkan, tidak ada catatan,” ucapnya

 

Namun dihibahkan atau tidak tentunya ada di tangan kepala desa karena pembangunan kantor desa tersebut murni dibangun menggunakan uang kepala desa.

 

“Tergantung pak lurah apakah akan dihibahkan atau tidak, kalau dihibahkan dicatat,” ucapnya

 

Namun demikian kata Camat Ciampel bahwa bangunan yang berdiri di tanah milik desa harus dihibahkan walaupun anggaran pembangunannya bersumber dari kantong pribadi kepala desa “Harusnya kalau sudah ditanah desa itu harus di hibahkan,” pungkasnya.

 

Namun apa yang disampaikan Camat Ciampel tak sama dengan apa yang disampaikan Sekertaris Desa Kutamekar Dayat Darmana SH. Dayat memastikan pembangunan gedung dua lantai tersebut bukan dari uang pemerintah melainkan dari kantong pribadi kepala desa Kutamekar dan beberapa pengusaha.

 

“Dari uang bapak pribadi (kepala desa) walaupun ada sebagian dari beberapa pengusaha berbentuk material,” kata Dayat kepada wartawan, Rabu (11/03/26)

 

Dayat pun menjelaskan gedung dua lantai tentunya akan ditempati oleh sebagai kantor kepala desa, kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Badan Musyawarah Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Karangtaruna, Babinsa/Babinkamtibmas, dan Linmas,

 

Sedangkan kata dia kantor desa lama akan dijadikan sebagai ruang pelayanan masyarakat dan aula.ruang sekertaris desa dan para kasi “Kalau yang ini khusus untuk ruangan pelayanan masyarakat, ruangan sekdes, para kasi dan aula” ucapnya.

 

Iapun kembali menjelaskan pengangguran gedung dua lantai di samping kantor desa prototipe menghabiskan anggaran dua milyar lebih namun sebagian anggaran pembangunannya dari kantong pribadi kepala desa.

 

“Habis dua milyar koma sekian, yang paling besar dari uang pak kades,” pungkasnya.

 

Reporter Dmn Hr

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *