KARAWANG, Media3.id- Diduga Lemahnya Pembinaan dan Pengawasan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang berdampak pada usaha BUMDes Tidak berkembang.
Pasalnya di tahun 2025 ini BUMDes Kutamekar yang diberi nama BUMDes Menembus Karya Kutamekar ternyata tidak menyumbang atau berkontribusi keuangan ke desa atau yang biasa disebut Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari hasil usaha BUMDes.
Bahkan sejak pengelolaan BUMDes dikelas oleh pengurus yang ditujukan oleh kepala desa Kutamekar sekitar 5 tahun yang lalu, ternyata BUMDes Menembus Karya Kutamekar hanya jalan ditempat dan diduga tidak mampu menggali PADes walaupun desa tersebut berada berada di kawasan industri.
Minimnya dalam menggali PADes diduga akibat lemahnya pengawasan dan pembinaan sehingga terbukti di tahun 2025 tidak menyumbangkan PADes walaupun sudah ditambah modal ratusan juta.
Dari data yang diterima redaksi sejak tahun 2020 BUMDes Menembus Karya Kutamekar mendapat penambahan modal sebesar Rp 50.000.000., di tahun 2021 BUMDes Menembus Karya Kutamekar mendapat penambahan modal sebesar Rp 50.000.000. selanjutnya pada tahun 2023 para pengurus BUMDes Menembus Karya Kutamekar mendapatkan pelatihan pengelolaan BUMDes yang menghabiskan anggaran Rp 18.000.000, Dan di tahun 2025 BUMDes Menembus Karya Kutamekar mendapat penambahan modal untuk program ketahan pangan sebesar Rp 208.000.000.
Besarnya penambahan modal yang diberikan oleh desa Kutamekar ke BUMDes Menembus Karya Kutamekar ternyata di tahun 2025 tidak berkontribusi dalam pendapatan asli desa hal itu disampaikan Sekertaris Desa Kutamekar Dayat Darmana S.H saat dikonfirmasi wartawan. Adapun pendapatan asli desa tahun ini bersumber dari disewakannya tanah bengkok di Kecamatan tempuran dan dari penyebrangan perahu.
“Dari hasil sewa tanah dan penyebrangan perahu,” kata Dayat menjelaskan kepada wartawan di kantor desa Kutamekar, Rabu (103/26).
Adapun usaha BUMDes Menembus Karya Kutamekar bergerak di bidang penjualan air bersih yang disalurkan melalui pipa mirip perusahaan tirtatarum dengan hitungan kubikasi.
“usahanya jual air bersih Sumber airnya dari bawah tanah tapi kedalamannya sekitar 30 meteran,” jelasnya.
Sedangkan usaha program ketahanan pangan kata Dayat, BUMDes Menembus Karya Kutamekar yaitu budidaya ikan mujair menggunakan kolam buatan dengan sistem sirkulasi air Lokasina di tanah salah satu perusahaan ternama yang letaknya dekat kantor desa
“Kalau program ketahanan pangannya budidaya ikan mujair namun hasilnya belum maksimal,” pungkasnya
Namun kini tanah perusahaan yang digunakan sebagai tempat budidaya ikan menggunakan kolam buatan tersebut akan dipakai oleh perusahaan sehingga mau tidak mau kolam buatan mesti dipisahkan.
Reporter: Dmn Hr






