Infrastruktur Rusak Parah Pemkab Tangerang Akan Gunakan BTT Tahun 2026 Rp. 44 Miliar

  • Whatsapp

Kabupaten Tangerang (Banten) media3.id – pemerintah kabupaten Tangerang akan segera menggelontorkan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 44 miliar untuk perbaikan infrastruktur yang dinilai urgent di tahun 2026 ini. Kerusakan infrastruktur terutama jalan yang memang salah satunya truk bermuatan over load dan curah hujan yang tinggi, akibat jalan rusak dan berlubang terutama jalan di wilayah Utara, ruas jalan Sepatan – Pakuhaji, Tegal Angus – pangkalan di kecamatan Teluknaga, dan wilayah lain sekabupaten Tangerang yang memang dinilai urgent.

Menurut ketua komisi III DPRD kabupaten Tangerang dari fraksi PKS, H.Sapri S.Sos, mengutarakan,” BTT tahun 2026 itu nilainya Rp.44 miliar untuk sekabupaten Tangerang, BTT itu istilah digunakan dan di anggarkan untuk biaya tidak terduga, misalnya ada banjir, bencana alam bisa digunakan dana BTT,’ ungkap Hml.Sapri, Rabu ( 11/02/2026).

Read More

“Karena ini krusialnya masalah infrastruktur maka pemerintah d, daerah kabupaten Tangerang sedang berkoordinasi dengan Badan pemeriksa Keuangan (BPK) terkait masalah hal ini, apakah boleh nanti kita ganti di anggaran perubahan menjadi anggaran di murni, boleh tidak ?, mengingat kondisi infrastruktur terutama untuk jalan karena sudah parah sekali infrastruktur kita,” jelasnya.

” makanya pemerintah daerah saat ini sedang melakukan berkoordinasi dengan BPK. Boleh tidak dana ini digunakan Untuk infrastruktur,? Tanya H.Sapri.

Terlepas dari yang sudah dianggarkan, oleh Pemda kemungkinan di prioritas jalan terlebih dahulu, terlepas dari penangan banjir. Mungkin ya… Untuk detailnya saya kurang tahu, yang pasti kemarin rencananya kita coba maksimal infrastruktur terlebih dahulu. infrastruktur yang ada di wilayah Utara terutama, itu yang sudah sangat memprihatikan urgent,” jelas H.Sapri.

Jadi akan di prioritas di Utara dulu, sedangkan nyuk detailnya saya kurang tahu, karena kemarin itu dibahas untuk globalnya saja. Tapi yang pasti untuk di murni sudah dianggarkan, untuk jalan Tegal Angus – pangkalan itu hampir Rp.3 miliar lebih, diluar anggaran untuk Pakuhaji, diluar Bojong Renged – Teluknaga, sudah ada dia anggaran murninya, kalau ini kan tambahan, untuk penambahan percepatan pembangunan terkait masalah infrastruktur.’ tegasnya.

Untuk realisasi pelaksanaan pekerjaan memang akan tertunda karena faktor alam, curah hujan yang tinggi kita tidak bisa prediksi. namun saat ini tahapan proses lelang sedang dilakukan. Masyarakat sangat membutuhkan perbaikan untuk mobilitas setiap harinya, yang pasti proses percepatan untuk lelang harus dilakukan,” ungkap ketua komisi.

Ini Sebagai tanggung jawab dari pemerintah daerah melalui pihak kecamatan, sambil menunggu proses, jalan tidak ditutup, Maka digunakan matrial lain untuk menutupi kerusakan jalan untuk menghindari kecelakaan pengguna jalan. Harapannya segera dibangun dan segera terealisasi,” harapnya.( Dia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *