KARAWANG, Media3.id – Operator SMPN 2 Telukjambe Timur Kabupaten Karawang mengaku tidak pernah mengajukan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui dana aspirasi dari legislatif atau Dewan. Namun siswa yang tidak diajukan ada yang dapat PIP.
Saat diwawancara di ruangan kerjanya Taryono Sutisna Operator SMPN 2 Telukjambe Timur beralamat di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah mengajukan PIP melalui dana Aspirasi Dewan DPR RI.
Walaupun tidak diajukan oleh sekolah namun ada siswa SMPN 2 Telukjambe Timur mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa PIP. menurutnya pengakuannya data siswa diajukan oleh wakil rakyat (Dewan) untuk mendapatkan PIP.
“PIP aspirasi itu diajukan oleh dewan biasanya atau pemerintahan,” kata Taryono, Jumat (21/02/25).
Sedangkan siswa yang mendapat PIP aspirasi,dapatnya atau cairnya bersamaan dengan siswa lain yang diajukan oleh sekolah untuk mendapatkan bantuan dari perintah melalui PIP. Bakan kata dia, ia tidak membedakan mana PIP reguler yang diajukan oleh sekolah dan mana PIP yang diajukan oleh Dewan karena menurutnya sama.
“Jadi kita hanya menerima langsung gabung dengan yang dari sekolah. Kan gini biasanya suka ada miskomunikasi ya. Jadi kami itu tidak pernah menyebutkan itu PIP aspirasi non aspirasi, kami tahunya PIP saja. Adapun yang memang dapat atau tidak dapat itu berdasarkan data yang kami terima. Darimana data yang kami terima itu? 1 sebagai dasar website Sipinter. Itu ada nama aplikasi disitu bapak bisa cek disitu.
Taryono mengaku tidak tahu dari mana data siswa yang diajukan oleh Dewan sehingga siswa tersebut dapat bantuan PIP, padahal pihak sekolah tidak pernah memberikan data siswa ke Dewan.
“Kalau itu kami tidak tahu kalau yang aspirasi mungkin dari pusat. Mungkin kalau data siswa mereka sudah tahu punya rekapan data dari pusat bahwa siswa tuh ini-ini keluarga yang tidak mampu yang seharusnya dia itu layak dapat ini-ini, ya mungkin mereka juga mungkin berdasarkan asumsi orang pusat,” ucapnya
“Yang diajukan oleh sekolah itu dasarnya 1 melanjutkan yang jenjangnya SD kami melanjutkan berdasarkan berkelanjutan dari SD, 2 berdasarkan rekomendasi dari orang tua ekonomi tidak mampu setelah di survei oleh wali kelas ke RT diajukan ke desa dan itupun belum tentu dapat,” kata dia.
Reporter: D H






