Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko (kiri) dan anggota DPRD fraksi NasDem Sri Hendarsih (kanan)
CIMAHI, Media3.id – Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko dan anggota DPRD fraksi NasDem Sri Hendarsih sangat mengapresiasi dengan digelarnya Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Partisipatif Tingkat Kelurahan Leuwigajah Tahun 2025, yang bertempat di aula kantor Kelurahan Leuwigajah, Jl. Sadarmanah No. 11, Leuwigajah, Cimahi Selatan, beberapa pekan lalu.
Sebagai Perwakilan anggota DPRD Kota Cimahi dari Dapil 4 Kelurahan Cibeber Leuwigajah dan Utama, Wahyu bersama Sri siap mengawal hasil dari Musrenbang kelurahan sampai ke tingkat Kecamatan dan Kota.
Usai acara saat dikonfirmasi, Wahyu menjelaskan, bahwa ada 4 bidang yang dibahas dalam Musrenbang.

“Jadi, tadi ada 4 bidang yang sudah ditetapkan menjadi program prioritas kita, bidang Ekonomi, Infrastruktur/Fisik, Sosial Budaya dan Pemerintahan,” ujar Wahyu.
Pihaknya bersama anggota dewan lainnya siap mengawal hasil daripada FGD dan Musrenbang tersebut.
“Saya bersama Bu Sri dan dewan lainnya yang ada di dapil ini, Insya Alloh akan mengawal hasil dari FGD yang sudah dijalankan beberapa waktu yang lalu,” terang Wahyu.
Saat dipertanyakan mengenai usulan-usulan masyarakat yang belum dilaksanakan di tahun sebelumnya, Wahyu menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan usulan-usulan masyarakat yang menjadi skala prioritas pembangunan Kota Cimahi.
“Tentunya kami disini tidak bisa sendirian, ada Pak Lurah juga ada Pak Camat, nanti akan kami komunikasikan, program-program apa saja yang akan diprioritaskan di Leuwigajah ini yang akan kita lakukan,” ungkapnya.
Semua data yang sudah ada, kata Wahyu, akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kecamatan.
“Nanti di Musrenbang tingkat Kecamatan tersebut akan dibahas dan dikerucutkan untuk ditetapkan ke Musrenbang tingkat Kota Cimahi,” tandasnya.
Ditambahkan pula oleh Sri, dari keempat bidang yang dibahas dalam Musrenbang mempunyai skala prioritas masing-masing.
“Seperti bantuan modal, pemakaman, perbaikan gedung kantor RT/RW dan Kelurahan, bantuan modal UMKM, Stunting, pengelolaan sampah, peningkatan insentif untuk RT/RW, peningkatan insentif bagi guru ngaji, masalah disabilitas, dan yang lainnya,” pungkasnya.
(Sinta)






