KARAWANG (Jawa Barat), media3.id -Pemerintah desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang sudah beberapa kali melakukan penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Warga Bina Mekar Kemiri.
Walaupun dibiayai ratusan juta beberapa tahap dari dana desa, rupanya BUMDes Warga Bina Mekar Kemiri sepertinya sudah beberapa tahun ini tidak menghasilkan pendapatan asli desa (PADes) walaupun BUMDes merupakan badan usaha milik desa yang dibiayai oleh Dana Desa.
Padahal dari data yang diterima redaksi, BUMDes Warga Bina Mekar Kemiri sudah beberapa kali mendapatkan kucuran dana yang bersumber dari dana desa. Adapun rincian penyertaan modal sebagai berikut:
Tahun 2018 pemerintah desa kemiri membiayai atau Penyertaan Modal BUM Desa Rp 70.000.000.
Selanjutnya di Tahun 2019 pemerintah desa kemiri kembali melakukan Penyertaan Modal BUMDes Rp 61.512.000
Lalu ditahan 2021 pemerintah desa Kemiri kembali melakukan Penyertaan Modal BUMDes Rp 30.064.400 bersumber dari dana desa.
Selanjutnya di Tahun 2022 pemerintah desa Kemiri kembali melakukan Penyertaan Modal BUMDes Rp 48.076.400 bersumber dari dana desa, dan
Di Tahun 2023 pemerintah desa Kemiri kembali menambah Penyertaan Modal BUMDes Rp 65.645.600 bersumber dari dana desa.
Bila dihitung dari tahun 2018 sampai 2023, pemerintah desa Kemiri melakukan penyertaan modal BUMDes Warga Bina Mekar Kemiri Rp 275,298,400.
Saat dikonfirmasi melalui telepon, Hadi Sekertaris BUMDes membenarkan bahwa sudah dua tahun ini tidak menyumbang ke PADes. Adapun alasannya uang BUMDes macet di petani “Ia tahun ini belum ada pemasukan ke PAdes karena dari petaninya juga belum masuk,” kata Hadi kepada wartawan, Senin (06/0/25)
Adapun usaha BUMDes kata dia bergerak di bidang usaha tani salah satu pengadaan pupuk dan pengolahan sawah. Sehingga petani yang menggunakan jasa BUMDes “Unit pertanian salahsatunya pengadaan pupuk dan pengolahan kira-kira seperti itu,” ucapnya.
Hadi pun tidak menyangkal, sudah dua tahun ini BUMDes warga bina mekar kemiri tidak menyumbang PADes tapi kalau laporan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Karawang selalu laporan.
“Sudah dua tahun ini tidak ada pemasukan. Untuk lebih lengkapnya coba tanyakan ke ketua, karena ketua yang mengelolanya tapi kalau laporan ke DPMD jalan terus.Soal macetnya di petani bisa tanyakan langsung ke ketua,” pungkasnya
Reporter: D H






