KARAWANG, media3.id,- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan tidak menyangkal soal dugaan carut marutnya musim tanam padi di Kabupaten Karawang yang berdampak pada pasokan air dari Perusahaan Jasa Tirta ke area persawahan.
Dugaan carut-marutnya musim tanam di Kabupaten Karawang dibuktikan dengan adanya penanam padi secara serentak yang mengakibatkan pasokan air di daerah hilir menadi berkurang bahkan terlambat mengolah sawah untuk ditanami padi
Namun Demikian kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang Drs Rohman M.Si pihaknya akan berkomunikasi dengan PJT 2 dan menata kembali agar pasokan air tidak menjadi kendala bagi petani yang akan mengolah sawah untuk ditanami padi.
“Nanti akan coba tata kembali tata kelola airnya,” kata Rohman kepada jurnalis media3.id di acara PATEN Kecamatan Karawang Barat, Rabu (25/09/24).
Rohman menjelaskan, ia mendapatkan kabar akan dibentuk Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat terkait tata kelola air untuk pertanian
“Karena katanya ada rencana perda dari Provinsi untuk merubah tata kelola itu,” pungkasnya.
Sebelumnya Camat Tirtajaya Kabupaten Karawang Duloh mengatakan bahwa di kecamatan Tirtajaya mengalami keterlambatan musim tanam padi dikarenakan debit air untuk mengairi area persawahan di Tirtajaya berkurang Sebetulnya kita terlambat tanam,”
Sebetulnya kita terlambat musim tanam akibat debit air yang kurang,” kata Camat Tirtajaya, Selasa (24/09/24) saat ikut serta gotong-royong membersihkan sampah dan lumpur irigasi.
Untuk mengatasinya kata dia, saat ini ratusan masyarakat kecamatan Tirtajaya bersama perangkat desa, kepala desa, PJT 2 Seksi Rengasdengklok, UPTD PUPR wilayah V, UPTD Pertanian Kecamatan Tirtajaya melakukan pembersihan lumpur, sampah dan rumput air yang menghambat air mengalir ke sawah.
Reporter: D H






