Camat Tirtajaya (baju batik) saat memimpin diskusi bersama petani didampingi oleh perwakilan PJT 2 Seksi Rengasdengklok, UPTD Pertanian dan UPTD PUPR Kecamatan Tirtajaya
Karawang, Media3.id – Puluhan petani asal Kecamatan Tirtajaya mendatangi Kantor Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Adapun tujuannya untuk berdiskusi soal kodisi saluran yang mulai dangkal karena adanya endapan lumpur, sampah dan ganggeng yang membuat air menjadi terhambat.
Puluhan petani disambut disambut oleh Camat Tirtajaya, Perwakilan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) 2 Seksi Rengasdengklok, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tirtajaya dan Kepala UPTD PUPR Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang.
Para petani ini didampingi oleh kepala desa guna menyampaikan soal kondisi saluran air yang kini sudah mulai dangkal, sampah dan tumbuhan yang tumbuh di air sehingga perlu dilakukan normalisasi agar para petani yang belum kebagian air dapat segera menggarap area pertaniannya.
Dalam diskusi tersebut tidak ada petani dan kepala desa menyampaikan soal adanya tanaman padi yang sudah ditanam kekurangan air. Adapun yang disampaikan para petani ini ingin segera menggarap sawah secepatnya walaupun belum waktunya masa tanam.
Hasil dari musyawarah tersebut akhirnya disepakati bahwa hari Selasa tanggal 24 September 2024 yang akan datang tidak ada rapat Minggon di kantor kecamatan Tirtajaya, Namun akan diadakan gotong-royong di sepanjang irigasi untuk mengangkat lumpur secara manual dan membersihkan sampah dan ganggeng yang menjadi keluhan petani.
“Jadi hari Selasa kita tidak ada rapat Minggon di kecamatan tapi kita sama sama bawa alat untuk membersihkan irigasi dari endapan lumpur dan membersihkan sampah di irigasi,” kata Dulah Camat Tirtajaya di hadapan petani dan kepala desa, Kamis (19/09/24).
Di tempat yang sama, Ade yang biasa disapa Ade Golun menyatakan untuk mengantisipasi air tetap mengalir ke area persawahan perlu adanya perbaikan atau membersihkan area saluran agar di musim tanam padi nanti tidak kekurangan air.
“Rapat barusan itu untuk antisipasi jalur-jalur air yang terhambat supaya lancar. Jadi kesepakatannya akan diadakan gorol atau atau kerjabakti sebelum di desa Tambaksumur dan tambaksari mulai mengolah sawah supaya airnya mencukupi dulu,” jelasnya.
Reporter: D H






