Karawang, Media3.id – Kepala Koordinator Wilayah Kecamatan Pendidikan (Korwilcambidik) Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengajukan 20 Ruang kelas untuk di rehab
Adapun alasannya, 20 ruang kelas yang diajukan tersebut sudah tidak layak ditempati untuk proses belajar mengajar
Saat ditemui di ruangan kerjanya Kepala Korwilcambidik Kecamatan Karawang Barat, Suharya mengatakan di tahun 2023 sejumlah sekolah di wilayahnya sudah mengajukan rehab ruang kelas yang rusak berat.
Adapun realisasinya kemungkinan tahun ini karena sejumlah sekolah yang mengajukan rehab ruang kelas sudah turun Surat Perintah Kerja atau SPK dari dinas terkait walaupun walaupun belum dikerjakan oleh pelaksana.
“Sekolah yang rusak kini sudah mulai dibangun tapi ada juga pemborongnya belum mulai walaupun SPK nya sudah ada,” kata Suharya kepada wartawan, Kamis (15/08/24).
Adapun sekolah yang rawan ambruk di wilayah kerjanya di tahun ini sudah tidak ada karena pihaknya telah telah mengajukan rehab ruang kelas yang rawan ambruk di tahun 2021 dan tahun 2022. Sedangkan realisasinya tahun 2022 dan tahun 2023.
“Kalau ruang kelas yang ambruk sudah tidak ada karena sudah dibangun kembali di tahun 2022 dan 2023,’ ungkapnya.
Iapun menyampaikan soal ruang kelas yang rusak ringan, seperti plafon rusak dan genteng pecah atau bocor bisa diperbaiki langsung oleh kepala sekolah karena anggarannya sudah ada bersumber dari Dana Operasional Sekolah (BOS).
“Kalau yang rawan-rawan ambruk sudah tidak ada tapi kalau yang rusak ringan perbaikan nya oleh sekolah masing-masing,” ucapnya
iapun menjelaskan, tahun lalu pihaknya telah mengajukan 20 rehab ruang kelas namun belum bisa dipastikan apakan dari 20 ruang kelas akan di rehab semua atau bertahap karena semuanya tergantung dari dinas terkait
“yang usulan banyak tapi yang disetujui oleh Disdik kita belum tahu. Yang diusulkan 20 ruang kelas tapi mungkin bertahap,” tuturnya.
Suharya mengharapkan mudahan-mudahan 20 ruang kelas yang diajukan dapat di rehab tahun ini walaupun dianggaran perubahan, namun untuk pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kemungkinan realisasinya tahun depan karena baru diajukan tahun ini
“Harapan saya syukur-dapat direhab semua walaupun dianggaran perubahan dan kita juga menunggu yang DAK tahun 2025 karena sudah diusulkan persyaratan sesuai dengan dapodik dan upload-upload kerusakan juga sudah,” pungkasnya.
Reporter: Daman Huri






