Ciamis, Media3.id – Mahasiswa STISIP Bina Putera Banjar yang tergabung dalam kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) melaksanakan kegiatan Pengelolaan bank sampah dalam mewujudkan transformasi ekonomi desa berkelanjutan menjadi salah satu program kerja utama yang dilakukan mahasiswa KKN desa kalapasawit di kecamatan Lakbok kabupaten Ciamis. Selasa, (23 Juli 2024).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari hasil observasi sebelum kegiatan KKN berlangsung sebagai cara untuk mengetahui kebutuhan dan situasi kondisi desa. Dalam kegiatan ini pula dihadiri oleh seluruh lembaga desa yang terdiri dari kepala desa beserta perangkat, BPD, BUMDES, Kadus kemudian juga dihadiri oleh camat kecamatan Lakbok yang diwakili oleh sekertaris kecamatan Lakbok.
Pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh kecamatan Lakbok, menurut sekertaris kecamatan Lakbok bapak Deni, S.Pd, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat baik, mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu terobosan dalam pemanfaatan limbah sampah yang ada di masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi KKN apalagi dibidang pengelolaan sampah.” Ujarnya.
Sementara itu kepala Desa kalapasawit Sigit Kuswantoro, N.LP beliau mengatakan, KKN STISIP Bina Putera Banjar ini memberikan contoh dalam memajukan warga sekitar. Dalam pengelolaan sampah.
“kami berterimakasih kepada mahasiswa KKN dari STISIP Bina Putera Banjar, karena dengan adanya kegiatan ini menjadi awal desa kalapasawit ke arah yang lebih maju dan berkembang melalui Pengelolaan sampah.” Katanya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan menarik dengan materi yang di sampaikan oleh
H. Muhaemin zahid, S.IP
Kepala UPTD KPP DPRKPLH Wil. Banjarsari yang merupakan alumni STISIP Bina Putera Banjar.
Ketua kelompok KKN STISIP Bina Putera Banjar desa kalapasawit, Jidan Ferdiansyah kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) ini berakhir dapat memberikan manfaat sebagai sumbangsih mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, pengembangan transformasi ekonomi desa berkelanjutan, memanfaatkan sesuatu yang jarang di ketahui terkait dengan pengelolaan sampah menjadi rupiah.
“Kami berharap kegiatan ini bisa di lanjutkan dan bermanfaat untuk masyarakat.” Pungkasnya.
(Dg)






