Dinkes Himbau Masyarakat Tanami Pohon Lavender Guna Mencegah Berkembangbiaknya Nyamuk Aedes Aegypti

  • Whatsapp

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi Mohammad Dwihadi Isnalin

Read More

CIMAHI, Media3.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menghimbau kepada masyarakat Cimahi untuk menanam pohon Lavender, Sirih dan Mint, guna mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti (DBD).

 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Mohammad Dwihadi Isnalini, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, beberapa pekan lalu.

 

Himbauan tersebut disampaikan untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti, disamping himbauan kepada masyarakat untuk tidak membiarkan genangan air di sekitar rumah di musim penghujan yang mengakibatkan berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti yang mengakibatkan Demam Berdarah Dengue (DBD).

 

Dijelaskan Dwihadi, bahwa kasus DBD memang sudah menurun di Kota Cimahi, hanya dengan proaktifnya masyarakat menanam bunga Lavender, Sirih dan Mint, hal ini agar nyamuk takut dengan pohon-pohon tersebut.

 

Ditambahkannya, disamping menanam pohon Lavender, Sirih, dan Mint, bak-bak dan kolam tidak dibiarkan begitu saja tetapi dapat pula ditanami ikan cupang, mujair dan mas, guna hindari meniadi tempat berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan penyebar DBD.

 

“Antisipasi kami berharap masyarakat memberantas sarang nyamuk, apalagi dengan musim hujannya yang tidak terus-menerus berarti meninggalkan sisa genangan air. Nah genangan air ini yang perlu kita perhatikan,” beber Dwihadi.

 

Bahkan dia juga menyarankan kepada masyarakat Kota Cimahi untuk menanam bunga Lavender, daun Sirih, dan daun Mint yang mampu mengusir nyamuk. Karena Dwihadi yakin dengan tanaman-tanaman tersebut bisa mengusir nyamuk penyebar virus DBD.

 

“Kita anjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga Lavender, daun Sirih, daun Mint,” imbuh Dwihadi.

 

Tidak itu saja, Dwihadi melanjutkan, bak mandi maupun kolam juga dapat dipelihara ikan cupang atau ikan mas mujair, agar jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dimakan oleh ikan-ikan tersebut.

 

“Ikan cupang atau ikan lainnya juga adalah pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak jadi nyamuk penyebab DBD,” tuturnya kembali.

 

Dia juga mengingatkan bahwa nyamuk Aedes Aegypti tak hanya berkembangbiak di luar rumah, namun sangat berpotensi juga hidup di dalam rumah seperti sangkar burung dan air genangan sisa dispenser.

 

“Ini sering ditemukan di dalam rumah dan usahakan jangan ada gantungan cucian di dalam rumah,” tegas Dwihadi.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *