Jorok! Limbah Medis Berserakan di Pustu Desa Sedari. Bahkan diduga Ada Yang Dibakar.

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Jorok,, berserakan limbah medis di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Diduga limbah medis tersebut berasal dari Pustu Desa Sedari yang dibuang secara sembarangan.

 

Read More

Berbagai macam limbah medis berserakan di belakang pustu Desa Sedati, mulai botol bekas obat suntik, selang infus, hingga alat Rafid tes covid-19 yang diduga dibuang secara sembarangan oleh petugas Pustu desa sedari.

 

Saat dikonfirmasi ke kepala Puskesmas Cibuaya, dr EVa Nurhasanah Kusumah soal adanya limbah medis yang berserakan di belakang Pustu desa Sedari mengatakan bahwa beberapa bulan ini di Pustu Sedari tidak ada tindakan medis namun demikian kalaupun ada sampah hanya sampah bekas dus obat yang dibakar. Soal berserakannya limbah medis, Eva mengaku tidak tahu.

 

“Misalkan jumlah pasien bulan ini ada berapa, tindakannya apa saja, dan tidak pernah ada tindakan. Tidak pernah ada tindakan medis, paling juga yang ada hanya membakar dus-dus bekas obat. Kenapa bisa begitu saya juga enggak tahu,” kata Eva kepada wartawan di ruangan kerjanya Puskesmas Cibuaya, Selasa (02/01/24).

 

Dikatakan olehnya bahwa bahwa Pustu di desa sedari sudah lama ditinggalkan dan pindah ke Neglasari namun atas permintaan masyarakat dan banyak masyarakat yang lanjut usia (lansia) akhirnya Pustu tersebut masih melayani masyarakat untuk berobat namun tidak tiap hari karena harus bergantian dengan Pustu yang di Neglasari dikarenakan petugas kesehatannya hanya satu.

 

“Padahal sudah saya kroscek ke petugasnya karena sebenarnya puskesmas Pustu sudah ditinggalkan karena kan sudah ada Pustu di Neglasari Pustu nya itu, tapi atas permintaan warga karenakan yang di Sedari banyak yang lansia jadi sudah tidak apa-apa kita bagi jadi petugasnya ke sana ke yang di sedari di belakang kantor desa. Padahal Pustu nya sudah beralih ke Neglasari,” ungkapnya.

Eva menjelaskan, saat ia mendengar ada limbah medis di belakang Pustu, ia langsung menghubungi dan memerintahkan ke petugas Pustu namun setelah di kroscek ternyata tidak ditemukan namun yang di kroscek di Pustu Neglasari bukan di Sedari.

 

“Makanya saya kaget ko bisa ada berita ini terus saya mengecek ke petugasnya kan ke petugas Pustu nya e enggak ada memang tapi itupun yang di Neglasari jadi saya pikir yang di Neglasari dan si sedari ya itu-itu juga,” jelasnya.

 

“Tapi itu mungkin yang lama, itukan jarang di pakai ya , jadi hanya beberapa hari di sedari karena dibagi hari karena Pustu nya ada dua,” pungkasnya.

 

Reporter: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *