BANJAR, MEDIA3.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar menggelar rapat paripurna diruang Rapat Singa Perbangsa DPRD Kota Banjar Kamis 30 November 2023.
Adapun pembahasan yang disampaikan dalam rapat paripurna tersebut, yakni pertama Badan Pembentukan Perda DPRD terhadap Rancangan Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA) Kota Banjar Tahun 2024.
Kedua, Badan Anggaran DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Banjar Tahun Anggaran 2024.
Ketiga, Panitia Khusus XXX (30) DPRD terhadap Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Pelindungan Masyarakat.
Keempat, Panitia Khusus XLII (42) DPRD terhadap Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
Kelima, Panitia Khusus XLIX (49) DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Kota Banjar Nomor 2 Tahun 2003 tentang Lambang Daerah Kota Banjar.
Keenam, Panitia Khusus L (50) DPRD terhadap Raperda tentang Pemberdayaan dan Pelindungan Koperasi dan Usaha Mikro.
Selain itu juga dibahas laporan mengenai hasil pembahasan Raperda tentang APBD Kota Banjar Tahun Anggaran 2024.
Rapat paripurna kali ini merupakan agenda yang terakhir Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih dan Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana.
“Ya paripurna hari ini yang terakhir untuk Wali Kota Banjar dan Wakil Wali Kota Banjar, kita juga adakan makan bersama,” ucap Ketua DPRD Kota Banjar H Dadang R Kalyubi.
Selain itu, juga dilakukan pemberian bunga kepada Wali Kota Banjar dan Wakil Wali Kota Banjar oleh pimpinan DPRD Kota Banjar dalM menjaga kebersamaan antara eksekutif dan legislatif.
Lanjut Dadang, dalam kesempatan ini juga disampaikan APBD Tahun Anggaran 2024 disusun berdasarkan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
APBD disusun berdasarkan klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur sesuai urusan pemerintahan daerah, organisasi, program, kegiatan dan subkegiatan yang diuraikan masing-masing ke dalam akun pendapatan.
Belanja dan pembiayaan serta dijabarkan ke dalam kelompok, jenis, objek, rincian objek, subrincian objek pendapatan, belanja dan pembiayaan yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hasil pencermatan Badan Anggaran dengan TAPD, disepakati proyeksi Pendapatan sebesar Rp760.950.985.802 dan Belanja sebesar Rp781.518.845.724, sehingga terjadi defisit sebesar Rp20.567.859.922.
TAPD bersama Badan Anggaran DPRD telah merumuskan dan menyepakati bahwa perlu ada upaya-upaya yang diambil dalam rangka menutup angka defisit.
Diantaranya dengan melakukan efisiensi belanja daerah dengan melakukan berbagai pengurangan dana belanja, termasuk perhitungan ulang pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP).
Baik bagi ASN, baik PNS maupun PPPK serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari setiap Perangkat Daerah.
Ringkasan struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Banjar Tahun Anggaran 2024, terdiri dari Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp760.950.985.802.
Nilai tersebut merupakan akumulasi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp155.884.240.033. Pendapatan Transfer sebesar Rp605.066.745.769.
Sedangkan untuk Belanja direncanakan sebesar Rp781.518.845.724, dan berdasarkan angka tersebut di atas, maka disimpulkan bahwa Pendapatan sebesar Rp760.950.985.802.
Sementara Belanja mencapai Rp781.518.845.724, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp20.567.859.922, adapun Penerimaan Pembiayaan diproyeksi sebesar Rp20.567.859.922.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Sebelumnya sebesar Rp18.567.859.922.
Pencairan Dana Cadangan sebesar Rp.2.000.000.000, sehingga Pembiayaan Netto diproyeksi sebesar Rp20.567.859.922.
Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih mengaku masih banyak kekurangan dan belum tercapai selama kepemimpinan.
“Masih ada cita-cita yang belum tercapai, salah satunya keinginan adanya kereta gantung dari gunung Babakan ke Pusdai dan wisata air,” jelasnya.
Cita-cita tersebut sebenarnya bisa tercapai hanya saja terkendala pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya Kota Banjar.
Ade berharap mudah-mudahan kepada Wali Kota selanjutnya bisa mewujudkan cita-cita tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Banjar.
(red)






