Humas SMKN 1 Karawang Diduga Larang Wartawan Melihat Pembangunan Gedung, Padahal Dibangun Menggunakan Uang Rakyat

  • Whatsapp

KARAWANG. Media3.id- Humas SMKN 1 Karawang diduga melarang wartawan untuk melihat dan mengambil gambar pembangunan penambahan bangunan gedung baru di lingkungan SMKN 1 Karawang. Dengan dalih belum milik sekolah.

 

Read More

Drs Wiyono M.T Humas SMKN 1 Karawang tidak mengijinkan wartawan untuk mengambil gambar pembangunan penambahan gedung SMKN 1 Karawang. Ia melarang seperti tidak mengacu pada undang-undang atau aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Wiyono beralasan bahwa pembangunan penambahan gedung tersebut bukan dikerjakan oleh sekolah SMKN 1 Karawang walaupun pembangunan gedung berdiri di lingkungan SMKN 1 Karawang yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Namun yang mengelola dan mengerjakan pembangunannya dari Provinsi Jawa Barat.

 

“Batuannya dari provinsi dan yang mengerjakannya juga dari provinsi. Jadi kitamah hanya menyediakan lahan kebutuhannya untuk RPS (Ruang Praktek Siswa). Yang cair juga bulak balik dua Minggu sekali orang provinsi diawasi langsung,” kata Wiyono kepada wartawan di ruang lobi SMKN 1 Karawang. Kamis 07/12/23).

 

Saat wartawan meminta ijin untuk mengambil gambar dan melihat pembangunan gedung baru dan penambahan lantai gedung, Wiyono tidak mengijinkan wartawan atau melarang dengan dalih harus minta ijin terlebih dahulu ke mandor pembangunan gedung atau ke pemborongnya namun yang anehnya Wiyono tidak menghubungi mandor atau pemborong pembangunan. adapun alasannya lainnya gedung yang sedang dibangun tersebut belum diserahkan ke sekolah.

 

“Ijinnya harus ke mandornya atau ke pemborongnya karena belum milik sekolah. Kalau saya juga mungkin tidak mengijinkan karena sebelum diserahkan ke kita. belum milik sekolah,” jelasnya

 

Lagi-lagi Wiyono melarang wartawan walaupun hanya sebentar melihat bangunan dengan dalih bangunan yang sedang dibangun tersebut belum milik sekolah walaupun di bangun di lingkungan sekolah.

 

“Kalau saya belum mengijinkan karena belum milik kita. Kalau gedung sudah jadi itu gedung diarahkan baru punya kita. Kalau sekarang belum punya kita,” tuturnya.

 

Wiyono menjelaskan dua bangunan tersebut berupa penambahan lantai ke atas menjadi dua lantai dan yang satu lagi pembangunan gedung untuk ruang praktek siswa.

 

“Yang satu rehab, itu ditinggiin lantai dua dan yang satu lagi RPS ruang praktek siswa pake dana DAK,” ungkapnya.

 

Reporter: D H

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *