Kadispangtan Kota Cimahi Tita Mariam
CIMAHI, Media3.id – Stok beras di Kota Cimahi aman dan terkendali meskipun saat ini cuaca sudah memasuki musim kemarau dan beras mengalami kenaikan harga.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Cimahi Tita Mariam, pekan lalu.
“Kalau stok Insya Alloh masih mencukupi, karena kami setiap hari telah melakukan pemantauan, termasuk distribusi beras yang masuk ke Kota Cimahi,” ucap Tita.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak lain seperti Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi hingga Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan di Kota Cimahi.
“Kita terus koordinasi dengan pihak terkait kalau soal pangan ini,” tambah Tita.
Dan berdasarkan laporan yang diterimanya, bahwa kenaikan harga beras itu akibat dari sawah-sawah para petani yang mengering dikarenakan kemarau panjang ini.
“Mulai terasa sejak cuaca kemarau sehingga mempengaruhi produksi dan produktivitas beras. Ketika barang berkurang otomatis ada kenaikan harga, itu kan hukum ekonomi,” jelas Tita.
Kini, rata-rata pedagang menjual beras medium Rp 13.500 per kilogram atau melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 10.900 per kilogram, padahal sebelumnya dijual rata-rata Rp 11.000 per kilogram.
Begitupun untuk beras premium kini dijual Rp 14.500 per kilogram, melebihi HET yang sudah ditetapkan yakni Rp 13.900 per kilogram. Harga normalnya biasanya Rp 12.500 per kilogram.

“Memang ada kenaikan harga beras sekarang. Juli itu sudah naik. Tapi Agustus kemarin paling tinggi. Selang sehari ada perubahan harga terus, naik,” kata Moreno (33) salah seorang pedagang beras.
Ia mengatakan, tingginya harga beras itu berdampak terhadap daya beli masyarakat yang mulai mengurangi jumlah pembelian. Moreno mencontohkan, masyarakat yang biasanya membeli beras 10 kilogram sekarang dikurangi menjadi 5 kilogram.
“Jadi, memang kalau masyarakat yang daya belinya kurang, kebanyakan sekarang belinya dikurangi karena harganya memang mahal,” ujar Moreno.
Menurutnya, tingginya harga beras kini dikarenakan kemarau panjang yang membuat produksi beras di berbagai wilayah mengalami penurunan. Alhasil, harga jual dari pemasoknya pun mengalami kenaikan.
“Kemarau ini memang jadi penyebabnya soalnya berpengaruh ke hasil panen, jadi berkurang. Dari pemasoknya memang sudah naik. Biasanya saya dikirim dari Cianjur, Sargen dan daerah lainnya,” sebutnya.
(Sinta)






