Pj Walikota Cimahi Berikan Penghargaan Kepada Siswa-Siswi Berprestasi

  • Whatsapp

 

Pemberian penghargaan oleh Pemerintah Kota Cimahi kepada siswa-siswi berprestasi tingkat SD dan SMP, di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, Senin (05/12).

Read More

CIMAHI, Media3.id – Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan Apel Pagi yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah berkompetisi dalam berbagai perlombaan, di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi, Senin (05/12/2022).

 

Penjabat (Pj) Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si, MM, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono menyerahkan penghargaan kepada 17 orang siswa-siswi yang telah mengikuti kejuaraan secara langsung pada apel tersebut.

 

Kejuaraan yang meliputi ; Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 yang diselenggarakan di Kabupaten Pangandaran pada tanggal 30 November sampai dengan 1 Desember 2022, Pentas Agama Islam (PAI) Kaligrafi SD dan SMP tingkat Provinsi, MTQ dan Pidato Agama Islam SMP tingkat Provinsi, Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA SD tingkat Nasional, Galasiswa Indonesia (GSI) SMP tingkat Nasional, serta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yakni Menyanyi Tunggal SD tingkat Nasional dan Vocal Solo SMP tingkat Provinsi.

 

Cabang lomba dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 adalah Borangan Putra, Nembang Pupuh Putra dan Nembang Pupuh Putri tingkat SD, Borangan Putra Nulis Carpon Putri, Nembang Pupuh Putra, Biantara Putra, Ngadongeng Putra, dan Maca & Nulis Aksara Sunda Putra tingkat SMP.

 

Selaku Pemimpin Apel, Dikdik mengungkapkan rasa bangganya pada siswa-siswi yang telah berjuang untuk mengharumkan Kota Cimahi di berbagai kejuaraan.

 

Terkait Festival Tunas Bahasa Ibu, Dikdik menyebut bahwa pihaknya mendukung upaya untuk memelihara Bahasa Sunda sebagai bahasa ibu agar tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

 

Masuknya pengaruh bahasa asing ke dalam wilayah penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, menurutnya, berdampak pada penggunaan tata bahasa itu sendiri,

 

“Masyarakat mencampuradukan kosa kata bahasa asing ke dalam struktur dan tata Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sampai kosa kata Bahasa Indonesia yang diplesetkan menjadi bahasa gaul atau yang sering kita kenal dengan bahasa ‘Alay’,” tutur Dikdik menyesalkan adanya pergeseran penggunaan bahasa di masyarakat.

 

Ia menyebutkan bahwa hal tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh bahasa asing terhadap budaya Indonesia,

 

“Fenomena pergeseran penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah di ruang publik, mencerminkan betapa kuatnya pengaruh budaya asing, khususnya bahasa asing terhadap kedudukan Bahasa Indonesia,” katanya.

 

Munculnya pergeseran penggunaan bahasa menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia. Menanamkan rasa cinta pada Bahasa Indonesia dan bahasa daerah menjadi salah satu hal yang harus segera dilakukan.

Pj. Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan, S.Si, MM, didampingi Kadisdik Kota Cimahi Harjono menyerahkan penghargaan kepada salah satu siswa berprestasi secara simbolis

 

“Kenyataan ini mendorong kita agar lebih mengedepankan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah daripada bahasa asing,” tukas Dikdik.

 

Dikatakannya, diperlukan upaya yang kuat untuk menata dan membangun kembali karakter bangsa dalam hal berbahasa Indonesia. Hal tersebut menjadi tugas bagi pemerintah juga masyarakat untuk tetap menjaga identitas bahasa nasional serta bahasa daerah.

 

Dikdik menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik di Kota Cimahi untuk mendorong dan memajukan penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, karena dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang baik dan benar akan menunjukan kebanggaan dan penghormatan kepada jati diri bangsa Indonesia.

 

“Marilah kita bersama-sama berpartisipasi dalam mendidik masyarakat untuk mencintai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah karena yang membuat Bahasa Indonesia dan bahasa daerah lebih memiliki tempat adalah penggunanya itu sendiri,” tandasnya.

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *