KARAWANG, Media3.id – Ada dugaan kejanggalan dalam monitoring dan evaluasi (Monev) kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang terhadap realisasi pembangunan yang bersumber dari dana desa bantuan dari pemerintah pusat terutama dana desa yang diperuntukkan untuk ketahanan pangan.
Dana desa yang diperuntukkan untuk ketahanan pangan besarannya 20 persen dari dana desa yang diterima oleh pemerintah Desa.
Dugaan kejanggalan hasil Monev berawal saat wawancara ke Kasi PMD kecamatan Tirtajaya dengan dengan Kepala Desa yang berbeda keterangan pada saat di konfirmasi
Antoni Kasi PMD Kecamatan Tirtajaya menyebut bahwa dana desa untuk ketahanan pangan sudah Terealisasikan semua, sementara kata Lilis Susilawati mengatakan masih ada anggaran ketahanan pangan yang belum terealisasikan.
Dana desa untuk ketahanan pangan sudah Terealisasikan semua, kebanyakan ke pisik” kata Antoni Kasi PMD saat ditemui di rumah dinas Camat Tirtajaya, Selasa (25/10/22).
Namun saat di konfirmasi ke salah satu kepala srijaya, Kecamatan Tirtajaya Saat diwawancara Lilis Susilawati kepala desa Sriwijaya menjelaskan bahwa anggaran dana desa untuk ketahanan dipergunakan untuk membangun drainase, jalan setapak (Japak) dan ternak ikan lele.
“Soal Ketahanan pangan belum semua, soalnya kemarinkan ketahanan dimasukan ke Japak sama Turap. Soalnya kan jalan petani untuk mengangkut padi. Kebanyakannya untuk permodalannya ke Japak dan turap, kalau sisanya untuk pengembangan lele belum semua direalisasi” kata kepala desa.
Menurut ada anggaran sebesar 35 juta untuk ternak ikan lele anggaran tersebut termasuk untuk memperbaiki Empang “Anggarannya 35 juta termasuk untuk memperbaiki Empang” jelasnya.
Adapun letak Empang yang akan digunakan untuk beternak ikan lele yang pertama di samping kantor desa Srijaya dan di Dusun Tangkolo “Empangnya di depan kantor desa dan di Tangkolo” tuturnya.
Dari anggaran yang ada sebesar 35 juta sudah digunakan untuk memperbaiki Empang sebesar 5 juta rupiah sehingga masih ada sisa 30 juta “Biaya untuk mengeruk dan bersih-bersih Empang sudah lima jutaan” pungkasnya
(DH)






