Santunan Kematian bagi Warga Cimahi sebagai Salah Satu 21 Program Walikota dan Wakil Walikota Cimahi periode 2017-2022, Inilah Syaratnya

  • Whatsapp

Walikota Cimahi Ngatiyana memberikan santunan kematian kepada ahli waris penerima bantuan santunan kematian secara simbolis

CIMAHI, Media3.id – Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P. secara simbolis menyerahkan bantuan santunan kematian kepada tiga orang ahli waris penerima bantuan santunan kematian, saat apel pagi di lingkungan kantor Pemerintah Daerah Kota Cimahi, Senin, (22/8/2022).

Read More

Perwakilan ahli waris yang menerima secara simbolis santunan kematian tersebut, yaitu Agus Suherman warga Kelurahan Cibereum, Tita Laela Sari warga Kelurahan Padasuka, dan Nurhayati warga Kelurahan Cibabat.

Selain Agus, Tita dan Nurhayati, ada 16 orang ahli waris lainnya yang juga menerima santunan kematian.

Jadi, keseluruhan sebanyak 19 orang yang menerima santunan tersebut, dari pengajuan penerima santunan periode bulan Juli 2022.

Adapun nilai santunan yang diberikan Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Dinas Sosial Kota Cimahi yaitu sebesar 2 Juta Rupiah.

Santunan kematian tersebut diberikan kepada ahli waris dari warga Kota Cimahi yang masuk kategori fakir miskin dan orang tidak mampu yang meninggal dunia.

Ngatiyana menyebutkan program santunan kematian ini, merupakan salah satu dari 21 program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Cimahi periode 2017-2022, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi.

Anggaran untuk santunan kematian tahun ini, bersumber dari Biaya Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun anggaran 2022.

“Santunan kematian ini mulai digulirkan sejak 1 Juli 2022, sebenarnya program ini sudah direncanakan sejak lama, namun baru terealisasi pada 2022,” ungkapnya.

“Kami mohon maaf, program santunan kematian baru bisa direalisasikan di penghujung akhir jabatan Walikota, karena terkendala payung hukum berupa Peraturan Walikota, baru dapat ditandatangani, sehingga program bisa dijalankan,” tambah Ngatiyana.

Untuk mendapatkan santunan kematian, keluarga atau ahli waris dari fakir miskin dan tidak mampu yang meninggal dunia, dapat mengajukan permohonan pada Dinas Sosial Kota Cimahi.

Pengajuan santunan kematian dilakukan maksimal 30 hari semenjak hari kematian, yang dibuktikan dengan akta kematian.

Persyaratan yang harus disiapkan oleh ahli waris, untuk memperoleh santunan kematian adalah akta kematian, Kartu Tanda Penduduk (KTP) ahli waris, fotokopi kartu keluarga atau apabila sudah terpisah KK boleh diganti dengan fotokopi akta kelahiran/ijazah/surat nikah, Surat Keterangan Waris dari Kecamatan, surat keterangan terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Persyaratan tersebut akan diverifikasi oleh pekerja sosial di kelurahan masing-masing, lalu ajukan ke Dinas Sosial Kota Cimahi untuk diverifikasi kembali, kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Sosial.

Ngatiyana berharap, “semoga dengan adanya santunan kematian ini, dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya serta masyarakat yang membutuhkan dapat difasilitasi sebaik mungkin,” tandasnya.

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *