BATUJAJAR. MEDIA3.ID – Program Citarum Harum yang sudah berjalan di tahun ke 4, dinilai kurang efektif tidak seperti tahun sebelumnya. Seperti yang terjadi saat ini dikawasan industri Jl Raya Pasir paku Desa Giriasih Kecamatan Batujajar parit aliran air industri tampak belum baik, terlihat dari sedimentasi diparit itu Kamis (15/04).
Terlihat juga armada dumptruck Citarum harum yang mengangkut limbah potongan bata ringan (hebel) pabrik layaknya mobil matrial, tidak tanggung – tanggung armada tersebut tampak convoy dan dikawal langsung satgas citarum sektor 9.
Saat dikonfirmasi Dansektor 9 Kol Czi Raflan Sip MM menjelaskan “Saya lagi bangun Destinasi wisata, silahkan di lihat di posko sektor, untuk pembuatan kantin, batas sungai dan tangga turun ke waduk “ungkapnya lewat pesan singkat.
Biasanya barang bekas yang tidak di pakai pabrik, biasanya di buang, tapi kita gunakan.
“Sebaiknya ditanyakan ke pada yang ahli saja, disini saya bukan untuk berdebat, karena tidak ada biaya khusus, saya memakai yang ada, makasih “tutupnya.
Ditempat terpisah, Prima Kadis LH Prov Jabar mengatakan , Limbah padat secara umum diinformasikan berdasarkan sumber asal limbah tersebut, untuk limbah padat dari pabrik maka merupakan sisa-sisa bahan yang mengalami perlakuan dan karena tidak memiliki manfaat dari sisi ekonomi.
“Seperti tidak berharga namun dari sisi lingkungan dapat menyebabkan pencemaran atau gangguan terhadap lingkungan hidup.” Tegas Prima .
(Acep)






