Banyak sawah yang sudah dipasang plang untuk dijual.
CIMAHI, MEDIA3.ID – Hal ini karena keluhan seorang buruh tani yang bernama Ikin seorang warga Cisurupan, saat dikonfirmasi dirumahnya Sabtu (24/4/2021).
Bahwa lahan pesawahan di Kota Cimahi saat ini sudah mulai menyempit, karena pemilik lahan yang bukan orang asli Cimahi, menjadikan lahan sawah itu sebagai aset yang harganya bisa berlipat-lipat.
Tak heran, ketika harga tanah sudah melambung, pemilik lahan pesawahan memilih untuk memasang plang dijual.
Seperti halnya lahan persawahan di Cisurupan Jalan Encep Kartawiria, Kelurahan Citereup, Kecamatan Cimahi Utara.
Lahan persawahan yang tadinya terhampar luas hampir 1 hektar, sekarang menyusut tinggal beberapa petak saja karena sudah beralih fungsi menjadi perumahan elit.
“Ia kalau dijual nasib kami sebagai petani bagaimana? Kami tidak ada pekerjaan selain menjadi petani,” kata Ikin.

Bagi Ikin lahan pertanian menjadi satu-satunya harapan dia menumpangkan hidupnya.
Bahkan Ikinpun juga berharap, ada bantuan keuangan dari Pemkot Cimahi untuk saat musim tanam padi.
Bagaimana tidak, kata Ikin, untuk sekali tanam padi untuk beberapa petak sawah membutuhkan modal sekitar Rp 6 juta.
“Selama ini bantuan dari Pemkot Cimahi hanya bibitnya saja. Saya berharap ada juga bantuan modal buat kami saat musim tandur,” katanya.
Ikin juga beryukur, dengan harga pupuk yang mencapai Rp 7000/kg bisa ringan menjadi Rp 3.500/kg asalkan mengantongi kartu tani.
(Sinta/Bagdja)






