PANDEGLANG BANTEN, Media3.id – Jembatan penghubung antar kampung bojong manggah Desa Majau, Kecamatan Saketi dan Kampung Bojongloa, Desa Geredug, Kecamatan Bojong dalam kondisi mengkhawatirkan. Kamis, (5/11/2020).
Warga di dua Desa di Kampung Bojong mangga, Desa Majau, Kecamatan Saketi dan Kampung Bojongloa, Desa Geredud, Kecamatan Bojong, terpaksa menantang bahaya untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena jembatan penghubung utama tersebut terbuat dari bambu yang kini kondisinya sudah lapuk dan rusak, sehingga membahayakan penggunanya.
Jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang bisa dilalui akses penghubung yang dikeluhkan warga kampumg Bojong Manggah, bisa mengakibatkan warga terjatuh, terutama anak sekolah yang setiap hari melintas harus ekstra hati-hati, terlebih ketika musim hujan landasan jembatan yang hilang sebagian sangat licin dan sulit dilalui.
Menurut H.bambang sumantri (38) seorang warga setempat, jembatan penghubung antar kampung bojong manggah dan bojong loa sudah rusak sejak beberapa tahun terakhir. Namun hingga saat ini, tak kunjung mendapat perhatian pemerintah desa dan kecamatan atupun pemkab pandeglang untuk diperbaiki.
“Pemerintah setempat seharusnya peka dengan permasalahan jalan dan jembatan tersebut, karna jembatan tersebut rusak dan membahayakan.” Tandas H.bambang Sumantri
Lanjutnya, jembatan bambu bojong manggah dan bojong loa itu, setiap harinya dilewati warga untuk aktivitas ekonomi, mulai dari penjualan hasil bumi hingga kegiatan lain, termasuk jembatan yang dipakai pelajar SD dan SMP untuk sampai ke sekolah.
“Jembatan ini memang akses vital untuk warga, semua kegiatan warga mulai dari membawa hasil pertanian sampai pergi ke kantor kecamatan menggunakan akses jembatan ini,” jelasnya.
(Anan)






