BANJAR, media3.id – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjar mulai memperkuat langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Pasar Petani Berdaya. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga upaya membuka akses pemasaran bagi petani, peternak, pembudidaya ikan, hingga pelaku UMKM lokal.
Pasar Petani Berdaya yang digelar Rabu (4/11/2026) di Halaman Sekretariat KTNA Kota Banjar, Jalan Brigjen M. Isa KM 3, Kompleks Perkantoran Purwaharja, menghadirkan beragam produk hasil usaha masyarakat.
Mulai dari beras, melon, kopi, aneka produk olahan, hingga komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan ditawarkan langsung kepada konsumen.
Ketua KTNA Kota Banjar, Abdul Kholik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program organisasi dalam mendukung pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Menurutnya, Pasar Petani Berdaya direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan, tepatnya pada Rabu pertama.
“Insyaallah kegiatan ini akan kita laksanakan setiap bulan. Ini merupakan program KTNA untuk mendukung pemerintah Kota Banjar dalam pemberdayaan pangan,” ujar Abdul Kholik.
Ia menjelaskan, pemilihan Rabu pertama setiap bulan memiliki tujuan tersendiri. KTNA berharap momentum awal bulan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya kalangan aparatur sipil negara (ASN), untuk berbelanja produk lokal.
“Target awal kita, para ASN yang sudah menerima penghasilan di awal bulan mudah-mudahan bisa membelanjakan uangnya di Kota Banjar,” katanya.
Abdul Kholik menilai, jika kebiasaan membeli produk lokal terus tumbuh, maka perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, pembudidaya ikan, serta pelaku UMKM.
Keberlanjutan program ini juga didukung fasilitas berupa tenda yang telah dihibahkan Pemerintah Kota Banjar kepada KTNA. Dukungan tersebut menjadi salah satu modal untuk menjaga kegiatan pasar tetap berjalan.
Menariknya, Pasar Petani Berdaya juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah. Salah satunya durian jenis Banjar Intan yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan varietas lainnya.
Abdul Kholik menyebut, durian tersebut berasal dari pohon yang diperkirakan telah berusia 25 tahun. Keunggulannya antara lain memiliki waktu berbuah lebih awal, daging buah lebih tebal, serta cita rasa yang tidak terlalu pahit.
“Untuk jenis Banjar Intan ini baru ada satu pohon. Sudah beberapa kali panen dan tahun ini hasilnya lebih dari 140 buah per pohon. Ke depan akan kita kembangkan,” ungkapnya.
Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan agar menjadi salah satu komoditas unggulan pertanian Kota Banjar. Selain memperkenalkan produk, kegiatan pasar juga menjadi sarana mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, mantan Wali Kota Banjar, Dr. Herman, turut berkunjung dan memesan durian. Kehadirannya menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan yang mengusung semangat mendukung produk lokal tersebut.
Melalui Pasar Petani Berdaya, KTNA berharap masyarakat semakin mengenal hasil produksi daerahnya sendiri. Sebab, keberhasilan sektor pertanian dan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga kepastian pasar dan dukungan konsumen.
KTNA Kota Banjar pun mengajak masyarakat untuk menjadikan produk lokal sebagai pilihan belanja. Dengan demikian, Pasar Petani Berdaya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan ruang ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Reporter (Joe)






