BANJAR, MEDIA3.ID — Kebakaran sebuah rumah kosong di wilayah Cikabuyutan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Rabu (14/10/2026) sore, menyisakan tanda tanya terkait sumber api. Meski api membesar sekitar pukul 16.00 WIB, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, mengatakan laporan kebakaran diterima dari warga sekitar pukul 16.00 WIB lebih. Petugas kemudian bergerak untuk menangani kejadian tersebut.
“Untuk sementara, penyebab kebakaran belum diketahui. Karena rumahnya kosong, apakah berasal dari sumber listrik atau faktor lain, kami belum bisa memastikan,” kata Aam.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan rumah kosong yang bagian depannya dimanfaatkan Ali Mahpud (65) untuk berjualan soto. Ali tidak tinggal di rumah tersebut dan hanya menggunakan area depan bangunan sebagai tempat berdagang.
Saat kebakaran terjadi, Ali tengah melayani pembeli. Ia mengaku tidak menyadari api telah membesar hingga warga berlarian memberitahunya mengenai kebakaran di bagian belakang.
“Saya sedang jualan, ada yang beli. Tiba-tiba ada yang lari-lari bilang kebakaran di belakang. Saya sama sekali tidak menyangka api menyala lagi,” ujar Ali.
Ali menuturkan, pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya sempat membakar sampah. Ia kemudian kembali memeriksa lokasi sekitar pukul 12.00 WIB karena khawatir api kembali menyala akibat angin.
Saat itu, ia mengaku membawa dua ember air untuk menyiram bagian pinggir lokasi pembakaran. Kondisi yang terlihat sudah tidak berapi dan tidak berasap membuatnya mengira api telah benar-benar padam.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah aktivitas pembakaran sampah tersebut berkaitan dengan kebakaran rumah pada sore hari.
Aam menyebutkan, kerugian material belum dapat ditaksir. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber api di sekitar bangunan, terlebih saat cuaca panas dan angin berpotensi membuat api kembali menyala.
Aam mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
“Terutama pada musim kemarau, jangan membakar sampah sembarangan. Kami cukup sering menerima kejadian kebakaran, khususnya lahan, yang diduga berawal dari pembakaran sampah yang tidak terkendali akibat cuaca, angin, dan panas,” pungkasnya.
Reporter: (Joe)






