Tuparev Kupak-Kapik, Askun Minta Bupati Bongkar Paving Block!

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3id–– Gelombang keluhan warga pengguna jalan dan pemilik toko akibat kondisi Jalan Tuparev yang berdebu serta tidak nyaman dilewati, memicu reaksi keras dari kalangan pengamat. Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., secara terbuka meminta Bupati Karawang Aep Syaepuloh untuk segera membongkar paving block di Jalan Tuparev dan mengembalikan kondisinya menjadi jalan aspal.

 

Read More

Menurut pria yang akrab disapa Askun ini, Jalan Tuparev merupakan pusat ekonomi dan pertokoan yang menjadi jalur utama bongkar muat kendaraan bertonase besar. Konsep penataan menggunakan paving block dinilai gagal total karena dipastikan tidak akan kuat menahan beban kendaraan berat dan mempercepat kerusakan jalan.

 

“Kalau paving block di depan Eng Siu Tong itu bagus untuk area kuliner, tidak perlu dibongkar. Tapi jalur setelah rel kereta api ke arah Alun-Alun itu harus dibongkar dan dikembalikan ke aspal,” tegas Askun kepada wartawan, Rabu (14/10).

Askun menjelaskan, masalah utama bukan pada estetika konsep, melainkan ketidakcocokan material dengan kontur tanah dan fungsi jalan. Terlebih, di bawah lapisan paving block tersebut masih berupa aspal, sehingga tidak akan efektif menyerap air dan berpotensi memicu banjir saat musim hujan.

 

Ironisnya, proyek penataan ini dinilai mulai menggerus citra positif pembangunan yang selama ini gencar ditorehkan Bupati Aep. Padahal, Pemkab Karawang tercatat sukses melakukan sejumlah lompatan pembangunan infrastruktur.

 

Sebut saja perbaikan jalan Cikalong-Cilamaya, Gempol-Johar, akses Gerbang Tol Karawang Barat dan Timur, hingga revitalisasi Stadion Singaperbangsa dan GOR Panatayudha. Pemkab juga sukses menata Lapangan Karawangpawitan, mengubah Taman Ade Irma menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta merencanakan flyover Cikampek.

 

“Semua prestasi pembangunan yang luar biasa itu seakan sirna seketika karena viralnya keluhan paving block Tuparev di media sosial. Kritikan netizen sudah mengarah ke satir yang kurang enak dibaca. Seolah-olah bupati tidak mendengar keluhan warganya,” ungkap Askun.

 

Ia menyarankan agar jalan tersebut dikembalikan menjadi aspal utuh lalu dipercantik dengan marka jalan yang modern. “Bukan ide Pak Bupati yang tidak cemerlang, tapi Jalan Tuparev ini memang tidak cocok untuk paving block,” timpalnya.

 

Diketahui, proyek conblock/paving block Jalan Tuparev awalnya didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Namun, Pemkab Karawang kemudian mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp3,5 miliar dalam APBD 2025 untuk proyek lanjutan, ditambah pagu tambahan Rp1 miliar untuk paket peningkatan jalan Tuparev 1.

 

Askun mengingatkan, jika dipaksakan bertahan, proyek ini hanya akan menjadi lubang hitam yang terus menguras dana APBD dan CSR untuk biaya perbaikan berulang kali akibat kondisi tanah yang labil.

 

“Berdebu dan geradak-geruduk, sangat tidak nyaman. Warga dan pemilik toko sudah menjerit. Solusi satu-satunya adalah bongkar dan aspal kembali. Jangan sampai reputasi baik pembangunan Pak Bupati rusak hanya karena ego mempertahankan paving block di lokasi yang salah,” pungkas Askun

 

Reporter: Dmn Hr

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *