RS Mitra Idaman Akui Kelalaian Penanganan Ibu Hamil Kembar, Manajemen Sampaikan Permohonan Maaf

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Manajemen Rumah Sakit (RS) Mitra Idaman Kota Banjar, Jawa Barat, menyampaikan permohonan maaf kepada Rini Marini, ibu hamil kembar asal Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, terkait keluhan pelayanan yang dialaminya saat hendak melahirkan.

Manajer Pelayanan RS Mitra Idaman, dr. Rosita, mengatakan pihak manajemen telah mendatangi kediaman pasien untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi.

Read More

Dalam pertemuan tersebut, pihak rumah sakit mengakui adanya kelalaian dalam penanganan medis dan berkomitmen melakukan evaluasi terhadap tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian.

“Tadi kami sudah mendatangi pasien tersebut untuk menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi atas kejadian tersebut. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan,” kata dr. Rosita, Kamis (8/10/2026).

Ia menegaskan, manajemen RS Mitra Idaman akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan, terutama dalam penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan segera.

Selain itu, dr. Rosita membantah adanya perlakuan berbeda terhadap pasien berdasarkan status kepesertaan jaminan kesehatan. Menurutnya, rumah sakit tidak membedakan pasien pengguna BPJS Kesehatan dengan pasien umum.

“Kami tidak pernah membeda-bedakan status pasien, baik itu peserta BPJS Kesehatan atau umum. Malah di kami 95 persen pasien merupakan peserta BPJS,” tegasnya.

Sementara itu, pasien dan pihak keluarga menyambut baik langkah manajemen yang datang secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf. Keluarga menyatakan telah memaafkan kejadian tersebut dan berharap insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi pihak rumah sakit.

Keluarga juga berharap evaluasi pelayanan benar-benar dilakukan agar keselamatan pasien menjadi prioritas utama, khususnya bagi ibu hamil yang mengalami kondisi kegawatdaruratan.

Sebelumnya, Rini Marini mengaku mendatangi RS Mitra Idaman pada 3 Oktober sekitar pukul 01.00 WIB setelah mengalami pecah ketuban. Saat itu, ia tengah mengandung bayi kembar dan mengaku tekanan darahnya mencapai 190/108.

Menurut pengakuannya, ia kemudian diarahkan menuju RSUD Kota Banjar setelah mendapat informasi bahwa ruang perawatan di RS Mitra Idaman penuh. Rini juga mengaku tidak mendapatkan tawaran ambulans untuk menuju rumah sakit lain.

Dalam kondisi tersebut, Rini akhirnya melanjutkan perjalanan ke RSUD Kota Banjar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Permohonan maaf dan komitmen evaluasi dari manajemen RS Mitra Idaman diharapkan menjadi langkah awal perbaikan pelayanan kesehatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan pasien dalam kondisi kritis dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *