BANJAR,media3.id – Pihak manajemen RS Mitra Idaman Kota Banjar mendatangi kediaman Rini Marni untuk menyampaikan permohonan maaf terkait keluhan pelayanan kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan masyarakat. Rini menyatakan telah memaafkan pihak rumah sakit, namun kedatangan tersebut turut menuai komentar dari sejumlah tetangga yang menilai persoalan pelayanan perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi nyata.
Rini menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah datang secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia berharap kejadian yang dialaminya menjadi bahan pembelajaran agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik.
Terkait proses penyelesaian keluhan tersebut, Rini menyatakan tidak mendapatkan tekanan dari pihak rumah sakit setelah menyampaikan komplain.
“Alhamdulillah, pihak rumah sakit sudah datang untuk menyampaikan permohonan maaf. Kami juga sudah memaafkan. Tidak ada tekanan dari pihak rumah sakit terkait keluhan yang kami sampaikan,” ujar Rini, saat di hubungi melalui sambungan telepon whatsapp, Jumat (9/10/2026) Kepada awak media.
Meski telah memaafkan, Rini berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada permohonan maaf semata. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan pelayanan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia juga berharap setiap keluhan pasien mendapat perhatian serius dan ditangani secara profesional. Komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan, manajemen rumah sakit, pasien, dan keluarga dinilai penting untuk mencegah persoalan serupa di kemudian hari.
Selain itu, aspek pelayanan yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan turut menjadi perhatian dalam pembahasan persoalan tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar masyarakat memperoleh pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tetangga Soroti Pemberian Parsel
Kedatangan pihak RS Mitra Idaman ke kediaman Rini Marni juga menuai gunjingan dan cibiran dari sejumlah tetangga. Mereka menilai permohonan maaf yang disertai pemberian parsel buah belum tentu cukup untuk menjawab persoalan pelayanan yang dikeluhkan keluarga pasien.
Salah seorang tetangga Rini yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyampaikan kritik terhadap langkah pihak rumah sakit tersebut. Ia menilai permohonan maaf baru disampaikan setelah persoalan menjadi viral di masyarakat.
“Kalau sudah viral baru minta maaf, cuma ditukar parcel,” ujar tetangga Rini tersebut.
Komentar itu menunjukkan adanya sorotan dari lingkungan sekitar terhadap penyelesaian persoalan tersebut. Meski demikian, pernyataan itu merupakan pandangan pribadi warga dan perlu ditempatkan secara proporsional dalam pemberitaan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya berakhir dengan permohonan maaf dan pemberian parsel, tetapi juga diikuti langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan.
Diharapkan Jadi Bahan Evaluasi
Persoalan ini diharapkan menjadi momentum bagi manajemen RS Mitra Idaman untuk mengevaluasi pelayanan, meningkatkan komunikasi dengan pasien dan keluarga, serta memastikan setiap keluhan ditangani secara terbuka dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, penyelesaian keluhan tidak hanya meredakan persoalan yang sedang menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga mendorong perbaikan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan di Kota Banjar.
(Joe)





